Sutiono Minta Fasilitas Dibenahi

Minta Relokasi Pasar Aurduri Ditunda

Selasa, 22 Januari 2019 - 12:14:46 WIB - Dibaca: 1838 kali

Anggota DPRD Kota Jambi kemarin melakukan kunjungan ke Pasar Aurduri baru untuk melihat kesiapannya. Dari situ anggota dewan menyatakan relokasi pedagang harus ditunda.
Anggota DPRD Kota Jambi kemarin melakukan kunjungan ke Pasar Aurduri baru untuk melihat kesiapannya. Dari situ anggota dewan menyatakan relokasi pedagang harus ditunda. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperind) Kota Jambi akan melakukan relokasi pedagang Pasar Aurduri baru pada Februari mendatang. Para pedagang hanya diberi los. Tidak ada lapak dan kios.

Komisi II DPRD Kota Jambi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar Aurduri, Senin (21/1). Hasilnya banyak keluhan dan pengaduan dari pedagang terkait rencana relokasi tersebut.

Dahlia, salah satu pedagang santan di Pasar Aurduri mengatakan, dirinya merupakan pedagang lama, dan sudah berjualan sejak 10 tahun terakhir, namun saat pembagian lapak pada pasar tahap pertama, dirinya dan sejumlah pedagang lain tidak kebagian, sehingga kini mereka masih berjualan dibadan jalan.

Kini memang sudah dibangun pasar baru tahap II. Namun bangunan pasar tersebut sangat jauh berbeda dengan pasar auduri yang lama.

“Disini sudah dibuat patok, ukuran lebih kurang 1 meter. Tidak ada lapak dan meja,” kata Dahlia.

Ia menyebutkan, tempat tersebut terlalu kecil untuk mereka sebagai pedagang.

“Saya jualan santan, kek mana mau menata tempatnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Fardi, pedagang cabai. Tempat yang disediakan pemerintah sangat kecil, Mereka merasa kesulitan jika hanya diberikan tempat lebih kurang 1 meter itu.

“Saya jual cabai merah, cabai ijo, bawang. Cabai merah 1 karung saja 50 kg. bagaimana untuk menyusunnya, Ini namanya bukan memecahkan masalah, tapi menambah masalah,” imbuhnya.

Sementara Umar Faruk, Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi mengatakan, pihaknya sudah mendengar semua keluhan dari para pedagang yang rencananya akan dilakukan relokasi itu.

“Kami minta kepada Disdagperind, libatkan kami selaku wakil rakyat untuk menangani masalah ini. Jangan tiba-tiba datang pengaduan masyarakat. Harusnya ada koordinasi,” kata Faruk.

Faruk menyebutkan, pihaknya dalam waktu dekat akan memanggil Disdagperind untuk membahasa masalah tersebut, karena jika dibiarkan akan menjadi polemik ketika relokasi dilakukan.

“Pedagang ini banyak protes, merasa tempatnya terlalu kecil, tidak ada meja. Beda dengan pasar aurduri tahap pertama,” sebutnya.

Ditambahkan Sutiono, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Jambi, dirinya meminta rencana pemindahan pedagang pada Februri mendatang ditunda. Pasalnya kondisi pasar tersebut belum siap untuk dijadikan tempat berjualan. Sarana prasarana seperti listrik, air dan lapangan parkir juga belum siap.

“Tempat parkirnya belum ada. Tempat berjualan panjang 1,4 meter dan lebar 1,2 meter,” kata Sutiono.

Sutiono menyebutkan, ketika pemindahan pedagang dipaksakan, maka akan timbul masalah baru. Karena pada bangunan pasar tersebut tidak disediakan meja dan lapak.

“Harusnya disiapkan meja dan lapak dulu. Kan bisa dianggarakan. Kalau kondisi sekarang, pedagang mau meletakan dagangannya bingung. Seperti apa menyusunnya, tempat kecil, tak ada meja,” pungkasnya. (ali/adv)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA