Kasus Dugaan Sodomi di Madrasah Ibtidaiyah

Korban dan Pelaku Di-assesment

Sabtu, 23 Maret 2019 - 10:59:05 WIB - Dibaca: 1910 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI - Kasus dugaan sodomi di salah satu madrasah ibtidaiyah di Kota Jambi terus berlanjut. Kedua siswa yang terlibat kini tengah menjalani assesment oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jambi.

Kasus dugaan sodomi terjadi 8 Maret lalu. Kejadian berlangsung di belakang toilet sekolah saat jam istirahat. Adapun terduga pelakunya adalah AR, siswa kelas IV. Dia melakukan dugaan sodomi terhadap AT, adik kelasnya yang masih duduk di kelas I.

Kepala UPTD PPA Provinsi Jambi, Asi Novrini mengatakan pihaknya telah menyimpulkan kasus tersebut dan hasilnya dilakukan assesment terhadap korban dan pelaku. "Itu yang kita lakukan dari hasil penyelidikan PPA Polda dan UPTD PPA, assesment," katanya, Jumat (22/3/2019).

Ia menegaskan assesment tersebut dilakukan karena kedua pelaku dan korban merupakan anak di bawah umur yang secara undang-undang belum dapat dipidana. "Iya, itu yang bisa dilakukan," tegasnya.

Assesment tersebut berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2012 pasal 1. "Itu yang menjadi dasar karena tidak bisa dipidana berdasarkan pasal itu. Yang bisa hukum kurungan anak usia 12 hingga 18 dan yang bisa dijatuhi hukuman pidana 18 tahun ke atas dalam kasus seperti ini," ucapnya.

Asi juga menegaskan pihaknya masih terus mendalami segala dugaan yang ada atas kejadian tersebut. "Kita masih dalami hal-hal lain," sebutnya.

Dia juga menyebutkan sepanjang 2019, terdapat 20 kasus kekerasan perempuan dan anak termasuk pelecehan seksual. "Sebanyak itu sejak Januari hingga Maret 2019 ini," sebutnya.

Dari 20 itu, kata dia, 12 merupakan pelecehan seksual yang korbannya anak-anak. "Iya, anak anak sebanyak 12 kasus," tandasnya.

Untuk diketahui kasus dugaan sodomi tersebut dilakukan sekitar 8 Maret 2019 lalu yang dilakukan kakak tingkat terhadap adik tingkatnya.

Perbuatan itu dilakukan di lingkungan sekolah saat itu dalam kondisi istirahat di belakang toilet sekolah. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA