Camp Kontraktor WKS Diserang dan Dijarah Massa

Sabtu, 20 April 2019 - 07:24:22 WIB - Dibaca: 6544 kali

RUSAK: Mobil di camp kontraktor PT WKS yang dirusak massa.
RUSAK: Mobil di camp kontraktor PT WKS yang dirusak massa. (Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI- Puluhan massa yang diduga dari kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) dilaporkan melakukan penyerangan dan penjarahan di Camp Kontraktor PT WKS yang berada di Distrik VIII Kabupaten  Batanghari. Belum diketahui motif penyerangan dan penjarahan tersebut. Sementara itu, karyawan dan pekerja di camp tersebut diungsikan untuk menghindari jatuh korban.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, penjarahan dan penyerangan tersebut dilakukan puluhan massa sejak Rabu (17/4) sekitar pukul 22.00 Wib.  Hingga tadi malam massa masih bertahan di Lokasi Camp Kontraktor PT WKS Distrik VIII. Akibat penyerangan tersebut sejumlah peralatan dan camp mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, mobil, sejumlah motor juga ditusak.

Masih menurut informasi yang beredar, jumlah massa yang menyereang camp PT WKS tersebut lebih kurang 50 orang. Mereka datang langsung merusak camp dan sejumlah barang di lokasi tersebut. Mobil dan motor tak luput dari amukan massa. Untuk menghindari jatuh korban, sejumlah karyawan di camp tersebut langsung diungsikan ke lokasi aman.

 Juga Beredar informasi penjarahan tersebut diduga dilatar belakangi mimpi yang dialami oleh istri Muslim, pimpinan SMB. Selain mimpi, dia juga kerap mengalami kerasukan dan menyebutkan di lokasi camp kontraktor tersebut terdapat tiga makam. Diduga atas dasar itu lah massa SMB melakukan penjarahan camp tersebut untuk mencari makam yang dimaksud istri Muslim. 

Humas PT WKS, Taufik Qurohman dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, saat ini karyawan yang ada di camp telah di ungsikan." Iyo, mereka (massa) masih bertahan di lokasi (camp)," katanya, Jum'at (19/4)

Menurut Taufik, akibat penyerangan tersebut kerusakan cukup banyak dan sangat merugikan. "Ada mobil dan motor. Camp juga rusak. Saat ini kita masih melakukan pendataan," jelasnya. Taufik mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Batanghari. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA