JAMBI-Walikota Jambi Syarif membuka latihan dasar calon PNS Golongan III Pemda Kota Jambi di kantor Diklat Kota Jambi, Rabu (1/5). Diklat diikuti sekitar 40 peserta untuk angkatan pertama. Dan dilanjutkan oleh peserta lainnya hingga akhir tahun.
Disampaikan Fasha bahwa dalam mengikuti pelatihan tersebut, CPNS akan diberikan berbagai pelatihan untuk menjadi PNS yang disiplin dan bisa bekerja sesuai dengan tupoksi di OPD masing masing.
"Mereka inikan statusnya masih CPNS. Bisa jadi mereka tidak lulus dalam mengikuti pelatihan ini. Namun itu tergantung CPNS-nya. Jika selama pelatihan ini mereka melakukan tindakan pidana, undisiplin bahkan narkoba, maka akan saya keluarkan dan saya cabut hak mereka sebagai PNS,” katanya.
Fasha berharap dengan mengikuti pelatihan ini, maka para peserta bisa belajar menjadi PNS yang baik dan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tugasnya. Sehingga kualitas PNS di Kota Jambi bisa meningkat menjadi lebih baik.
“Untuk angkatan pertama ini ada sekitar 40 peserta dari berbagai OPD dimana mereka harus mengikuti pelatihan selama 51 hari," katanya.
Fasha berharap kegiatan ini menjadi suatu modal bagi mereka untuk membantuk disiplin dan tanggung jawab. Serta tugas apa saja yang akan mereka laksanakan sesuai tupoksi masing masing dan mendapatkan gambaran apa yang akan mereka lakukan nanti.
"Kepada narasumber kita ucapkan terimakasih dan kita berharap para mentor bisa membentuk pada CPNS ini menjadi ASN yang bertanggungjawab,” ujarnya.
Sementara itu Liana Andriani, Kepala BKPSDM Kota Jambi bahwa untuk diklat CPNS Kota Jambi terdiri dari 6 angkatan. Untuk setiap angkatan mengikuti diklat selama 51 hari. Dimana 21 hari berada di kelas dan 30 hari berada di OPD masing masing.
“Yang diklat di Kota Jambi ini merupakan golongan III sedangkan golongan II itu diklatnya di Bukit tinggi dengan lama diklat sama yaitu 51 hari,” katanya.
Disampaikan Liana jika ada nilai CPNS yang kurang dan tidak memenuhi standar, maka akan diberi toleransi untuk mengerjakan tugas lainnya untuk melengkapi kekurangan nilai. “Biasanya untuk diklat dasar ini pesertanya pasti lebih rajin semua. Lain hal kalau memang sakit dan tidak bisa mengikuti diklat," pungkasnya. (ali)