Fokus ke Pemilihan Wagub, PAN Belum Mau Bahas Pilgub

Ratu Tak Mau Terjebak

Jumat, 21 Juni 2019 - 08:18:24 WIB - Dibaca: 2214 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI- Nama Ratu Munawwaroh jadi primadona dan cukup populer dalam beberapa bulan terakhir. Selain disebut sebut sebagai kandidat kuat mengisi posisi Wakil Gubenur Jambi, mendampingi Fachrori Umar di sisa waktu jabatannya hingga 2021, nama Ratu juga mulai santer dikait kaitkan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020.

Entah sekedar wacana atau hanya untuk meramaikan bursa kandidat, saat ini nama Ratu sering disebut sebut pantas untuk maju pada posisi nomor dua dalam pilgub nanti. Namun, hingga kini dua posisi (wakil Gubernur dan kandidat kuat calon gubernur pilgub 2020) yang digembar gemborkan pantas bagi Ratu belum ada kepastian.

Sementara ini, Ratu baru menyatakan siap dan sudah mengikuti tahapan untuk mengisi posisi Wakil Gubernur Jambi mendampingi Fachrori. Sementara untuk maju pada Pilgub Jambi 2020 mendatang, Ratu belum menyampaikan pernyataan resmi. Setiap kali ditanya, Ratu selalu menjawab secara diplomatis.

            ‘’Wah seru ya. Seru kalau mau Pilkada itu ya," katanya dilansir dari jamberita.com, yang menghubunginya lewat pesan singkat Whatsapp, Kamis (20/6). "Dalam politik semua bisa terjadi, banyak kejutan," sambungnya.

            Menariknya, Ratu mengaku sudah ada beberapa tokoh Jambi dan Kepala Daerah yang menjalin komunikasi dengan dirinya. "Seperti apapun dalam pasangan Pilkada yang terpenting adalah bukan karena kepentingan sesaat atau asal menang.Tapi karena mempunyai tujuan yang luhur untuk kemajuan masyarakat," kata istri Alamrhum Zulkifli Nurdin itu.

            Ratu menegaskan, dia tidak mau terjebak dengan kepentingan sesaat tersebut. Karena menurut dia, seorang pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya nanti.

"Saya tidak ingin terjebak dalam kepentingan ingin jadi pemimpin dengan melupakan tujuan utama. Takut tanggung jawabnya di akhirat nanti," tandasnya.

            Sementara itu, di bursa cawagub, nama Ratu Munawarroh masuk dalam daftar 7 nama yang diusulkan PAN ke DPP. Saat ini sudah ada 7 nama yang didgodok dari 5 nama yang diungkap DPW PAN baru baru ini. Selain Ratu ada nama Madian Saswadi, Nalim, Jefri Hamas Hutagalung, Bambang Bayu Suseno. Lalu dua tambahan yang mendaftar di DPP Rahman dan Dipo Ilham Jalil.

            Saat menghadiri kegiatan Dekranas di Jambi, Rabu (19/6)  lalu, Ratu mengaku sudah melewati seluruh tahapan sebagai kader DPW PAN Provinsi Jambi  untuk mengikuti Pencalonan Wakil Gubernur Jambi. "Saya sudah berketetapan (siap) dan saya sampaikan ke pak Bakri selaku ketua DPW PAN," katanya kepada wartawan.

            Sekarang ini, kanjut Ratu,  dirinya tengah mengikuti mekanisme yang ada."Tinggal bagaimana nanti partai apakah partai mau mengajukan siapa? ya silahkan," ujarnya.

Sebagai Kader partai dan pernah menjadi masyarakat Jambi, Ratu menegaskan sangat menolak segala langkah yang bersifat tidak elegan. Apalagi terkesan transaksional.

            "Karena bagi saya, sudah sangat cukup Jambi melalui sebuah proses yang tidak elok. Menciderai rasa kita. Apalagi kita terkenal dengan budaya melayu yang sangat erat dengan nilai nilai agama," ungkapnya.

Dari proses yang tidak elok itu juga, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat Jambi agar menjadi lebih baik lagi kedepan. "Bukan berarti saya menuduh. Tapi ini untuk mengingatkan diri saya sendiri," katanya.

"Jangan sampai tergoda dengan di luar yang tidak baik itu demi mengejar jabatan. Karena itu tidak ada artinya sama sekali," pungkasnya.

            Sementara itu, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi, Khusaini, mengatakan saat ini pihaknya belum mau memikirkan masalah Pilgub. Karena mereka masih fokus mengisi posisi wagub yang akan mendampingi Fachrori Umar. "Kita fokus ke yang ini dulu (wagub)," katanya.

            Menurut dia, jika semuanya dibicarakan sekaligus takutnya nanti akan bias. Makanya saat ini PAN hanya akan fokus ke pemilihan Wakil Gubernur saja. "Bicara satu-satu. Selesai wagub baru bicara pilgub," ujarnya.

            Khusaini juga belum bisa memastikan apakah Wakil Gubernur yang terpilih dari PAN nanti secara otomatis akan diusung pada Pilgub nanti. Karena bisa saja Wakil Gubernur dapat dari PAN saat ini belum tentu maju pada Pilgub. "Tembus Wagub, bukan berarti langsung untuk Pilgub," tegasnya.

            Di bagian luin, Panitia Seleksi (Pansel)  cawagub sudah mulai melakukan pertemuan tahap awal bersama para parpol pengusung Zola-Fachrori. Salah satu syarat yang ditetapkan dalam tatertib yaitu, kepala daerah/wakil kepala daerah dan anggota dewan yang masuk dalam dua besar pencalonan wajib mundur dari jabatannya.

            Ketua panitia seleksi Nasri Umar membeberkan untuk syarat  pencalonan yang ditetapkan Timsel sendiri belum bisa diungkapkan secara mendetail. Namun, pesrsyaratan umunya calon minimal harus berusia 30 tahun dan pendidikan terakhir minimal SLTA. Selain itu bilamana nantinya ada kepala daerah ataupun anggota dewan yang terpilih dalam 2 besar, maka wajib hukumnya mundur dari jabatannya.

            Sebagaimana diketahui, dari tujuh nama yang sedang diseleksi, ada satu nama Bambang Bayu Susenom(BBS) yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Muarojambi. Ini artinya, jika masuk dalam dua besar kandidat yang diusulkan, BBS wajib mundur dari Wakil Bupati Muaro Jambi.

            Menurut Nasri, pansel Wagub ini bersifat pasif. Artinya, jika partai pengusung mengirimkan nama, maka akan ditindaklanjuti. Sebalinya, jika tidak, maka tidak akan diproses. Sementara mekanisme pemilihan nantinya akan dilaksanakan oleh seluruh anggota DPRD Provinsi Jambi.  (isw/nda)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA