BATANGHARI -- Meski selama ini mendominasi perpolitikan Batanghari, bukan jaminan tiga trah keluarga besar bisa dengan mudah memangkan pertarungan perebutan BH 1 B pada Pilkada 2020 mendatang. Tiga wakil dari tiga kekuatan besar itu bisa saja tersandung karena sebagian besar masyarakat Batanghari ingin perubahan.
Melihat perkembangan perpolitikan Batanghari terkini dan pandangan sejumlah pengamat, ada tiga nama tokoh muda yang diyakini bisa mengalahkan atau paling tidak mengimbangi trah Abdul Fattah, Hasip Kalimuddin Syam dan Syahirsah. Dua diantaranya, berlatar belakang birokrat. Yaitu M Fadhil Arief dan Abdul Shomad.
Satu nama lagi adalah Elpisina, politisi muda yang namanya kini sedang berkibar di Batanghari. Ketiganya merupakan nama baru dalam percaturan kepemimpinan di Kabupaten Batanghari. M Fadil Arief kini menjabat sebagai Sekda Muarojambi. Selain putra daerah, sebelumnya dia juga sudah banyak menduduki jabatan strategis di Pemkab Batanghari.
Lalu, Abdul Shomad, yang kini menjabat sebagai Kabid Bina Marga Dinas PUPR Batanghari merupakan keponakan mantan Bupati Batanghari Sinwan. Meski berlatar belakang birokrat, nama pria berkacamata ini juga pandai bergaul dan banyak disenangi masyarakat. Terutama kalangan milenial. Ini terbukti dia berhasil mengantarkan istrinya meraih kursi di DPRD Batanghari pada Pileg 2019 lalu.
Kemudian, Elpisina yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Batanghari. Meski terbilang muda, namun dia sudah menunjukkan eksistensinya di perpolitikan Batanghari. Selain populer, dia juga berhasil membuktikan kelihaian dan kekuatannya dengan meraih kursi DPRD Provinsi Jambi pada Pileg 2019 lalu dari Dapil Batanghari-Muarojambi.
Melihat latar belakang ketiganya, makanya banyak yang menilai mereka bisa menjadi penantang sekaligus penjegal Trah Abdul Fattah, Trah Hasip Kalimuddin Syam dan Trah Syahirsah SY. "Fadhil, Abdul Shomad dan Elpisina dengan kapasitas masing-masing merupakan penantang terberat tiga trah yang sudah ada," kata Jasasila, pengamat politik Kabupaten Batanghari, Senin (24/6).
Pria akrab disapa JS ini menuturkan, Fadhil pernah menjadi pejabat di Kabupaten Batanghari. Diantaranya Pelaksana tugas (Plt) Sekda Batanghari, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Camat Maro Sebo Ilir. "Jabatan ini notabene berhadapan dengan masyarakat. Walaupun kini dia menjabat posisi Sekda Muarojambi. Fadhil mempunyai kapasitas karir baik, mulai dari bawah sampai Plt Sekda. Ini merupakan salah satu faktor penentu sebagai penantang terberat," jelasnya.
Lalu Elpisina tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketua DPC PKB Kabupaten Batanghari ini berhasil duduk tiga periode sebagai anggota DPRD. Dua periode tingkat kabupaten dan satu periode tingkat provinsi. "Meskipun saat ini belum pelantikan. Dia juga punya massa yang militan yang terbukti dengan hasil Pileg 2019," katanya.
Jadi jangan dianggap remeh untuk tiga orang calon ini. Karena kalau mereka serius, kata JS, maka akan menjadi tantangan terberat untuk ketiga Trah ini. "Saya prediksi tiga pasang calon. Kita lihat ketersediaan partai dan satu jalur independen. Tinggal bagaimana calon bisa mengamati pergerakan calon lain," ujarnya.
Bagi semua kandidat yang mencalonkan diri, JS mengimbau agar berkompetisi secara sehat. Hilangkan politik identitas dan mengetahui betul akar permasalahan Kabupaten Batanghari. "Kalau ada yang mengatakan kabupaten Batanghari tertinggal, itu salah. Tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batanghari selalu naik. Yang diminta masyarakat adalah percepatan pertumbuhan ekonomi. Jadi, carilah simpati selagi masih ada waktu, berbuat lah sesuai dengan kemampuan dengan tidak menjatuhkan orang lain," pungkasnya.
Sementara itu dari tiga tokoh muda ini, baru Elpisina yang sudah menyatakan sikap pasti maju pada Pilbup Batanghari 2020 nanti. "Berita tentang saya ingin maju Pilkada Batanghari periode 2020-2024 memang benar. Pada kesempatan ini saya sampaikan bahwa saya sudah undang kepengurusan pada acara buka puasa kemarin, dari mulai ranting, kecamatan sampai tingkat kabupaten," katanya usai rapat paripurna Batanghari 2018, Senin (17/6) pekan lalu.
Dia bilang pada kesempatan itu sudah menyampaikan bahwa akan maju pada Pilkada Batanghari periode 2020-2024. "Saya mempersiapkan diri untuk maju di Pilkada sudah 5 tahun. Dan semua persyaratan untuk memenangkan pertarungan ini, Insya Allah sudah saya persiapakan," ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Batanghari ini.
Niat tulus adik mantan Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Batanghari ini maju dalam Pilkada Batanghari 2020-2024 rupanya justru merupakan dorongan massa atau pemilihnya. "Kalau ada yang bilang sebaiknya duduk di DPRD Provinsi Jambi terlebih dahulu, itu sah-sah saja. Tapi majunya saya merupakan dorongan dari massa pemilih," katanya.
Elpisina mengklaim dirinya sampai saat ini telah melakukan pertemuan dengan bakal calon (Balon) kandidat. Kandidat balon sebagian dari beberapa nama yang digadang-gadangkan di media. "Tapi untuk nama itu mohon maaf saya belum bisa sebut sekarang. Karena memang belum ada kesepakatan final. Dan perlu diketahui bahwa politik itu dinamis. Tidak menutup kemungkinan dengan siapa saja kita bisa berpasangan," ujarnya.
Peraih suara tertinggi PKB dalam Pileg Tingkat DPRD Provinsi Jambi ini mengaku telah melakukan pertemuan dengan beberapa partai yang notabene tidak mencalonkan kader partainya di ajang Pilbup kali ini. "Kalau partai apa saja, saya belum bisa sebut sekarang. Tunggu kabar selanjutnya, ada ASN, ada juga kalangan politisi," katanya.
Menurut aturan, dia bilang, siapapun berhak memilih dan dipilih. Selain dia, ada nama Sekda Muarojambi, M. Fadhil Arief dikabarkan bakal merebut kursi BH 1 B. Keduanya memiliki hubungan keluarga yang sangat dekat.
Apakah sejauh ini telah melakukan pertemuan khusus dengan M. Fadhil Arief? "Muhammad Fadhil Arief itu keluarga saya, dan beliau mempunyai peluang yang cukup untuk maju di Pilkada nanti. Kalau bicara keluarga, maka keluarga adalah segala-galanya. Keluarga adalah segalanya," katanya lagi.
Sementara itu, M Fadil Erief dan Abdul Shomad belum menyatakan sikap. Mungkin karena berlatang birokrat, keduanya masih terbatas untuk berbicara urusan politik. ‘’ Dorongan dari masyakarat seupaya saya maju memang ada. Terutama dari kalangan milenial. Itu kan sah sah saja. Namun, latar belakjang saya kan ASN. Jadi sementara ini saya fokus pada tugas saya dululah. Soal pilbup kita lihat perkembangan nantilah,’’ kata Abdul Shomad. (fai)