BATANGHARI -- Dari tiga kabupaten dan Kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020 di Provinsi Jambi, Batanghari menjadi daerah yang paling menarik untuk diulas. Selain besarnya antusias masyarakat, Pilkada serentak kali ini juga menjadi adu kuat trah tiga keluarga yang selama ini secara bergantian ‘mengusai’ Batanghari.
Diakui atau tidak, selama ini perpolitikan Batanghari dikuasai tiga trah keluarga. Yakni, Trah Abdul Fattah, Trah Hasip Kalimuddin Syam dan Trah Syahirsah Sy. Tiga kekuatan besar ini diprediksi masih akan mendominasi Pilkada Batanghari 2020 mendatang.
Dari keluarga besar Abdull Fattah diwakili oleh M Haviz. Lalu dari Trah Hasip Kalimuddin Syam ada Cameli Puji Astuti. Sedangkan dari Trah Syahirsah yang digadang gadangkan bakal maju adalah istrinya, Yuninta Asmara. Ketiga nama ini merupakan politisi muda atau pemain baru di percaturan perpolitikan Batanghari.
Ketiganya juga merupakan genarasi kedua dari trah keluarga yang akan mencoba peruntungan ‘menguasai’ Batanghari. Maka tak salah ada yang menilai, Pilkada Batanghari 2020 nanti menjadi ajang pertaruhan dan pembuktian siapa yang kuat adu kuat dari tiga trah keluarga tersebut.
Memang, selain tiga trah keluarga tersebut, ada beberapa nama lain yang juga digadang gadangkan bakal maju. Namun, sebagian pengamat politik di Batanghari meyakini Pilkada Batanghari 2020 nanti masih didominasi pertarungan ketiga trah keluarga besar tersebut.
"Pilkada Batanghari 2020 nanti saya prediksi masih di dominasi tiga trah keluarga, yakni Trah Abdul Fattah, Trah Hasip Kalimuddin Syam dan Trah Syahirsah SY," kata Jasasila, salah seorang tokoh dan pengamat politik Batanghari, Senin (24/6).
Menurut dia, ketiga trah ini punya kekuatan yang berimbang. Meski almarhum Abdul Fattah sudah tidak ada, namun nama besar dan kekuatan trah keluarga ini masih mengakar. Artinya, konstituen dan basis massanya sudah mengakar. Hal ini terbukti pada pemilihan legislatif (Pileg) dan Pilkada. Sebab setiap kontestasi politik selalu mendominasi.
"Pada saat beliau mengikuti Pileg 2009, Partai Golkar menjadi pemenang di Batanghari. Lalu pada saat Pilkada 2011 beliau juga menang. Sekarang pada Pileg 2019 ini, PAN yang dipimpin Trah Abdul Fattah kembali menjadi pemenang di Batanghari," jelasnya.
Kekuatan Abdul Fattah, kata Jasasila, mempunyai basis yang militan di tingkat bawah. ‘’Tetapi berbicara hari ini tidak bisa terlepas dari peluang. Meskipun semua peluang sama, namun siapa yang bisa memanfaatkan situasi pada saat ini,’’ sambungnya.
Lalu, Trah Hasip Kalimuddin Syam ada pada Cameli Puji Astuti yang merupakan putrinya. Trah Hasip hampir sama dengan Trah Abdul Fattah. Tetapi kontestasi politik yang diikuti belum menunjukkan hasil.
"Walaupun pada Pilkada sebelumnya, Camelia sudah mulai berkompetisi. Dan ini bisa menjadi hal positif. Sejauh dia (Camelia) bisa menggiring pemilih-pemilih yang lama. Saya yakin dia bisa mewarnai Pilkada Batanghari nanti," kata mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Batanghari ini.
Selanjutnya Trah Syahirsah yang kemungkinan besar akan dilanjutkan Yuninta Asmara. Sebagai istri Bupati Batanghari aktif, kata Jasasila, Yuninta Asmara sangat memiliki peluang besar. "Sejauh beliau bisa memanfaatkan sumber daya yang ada, Yuninta juga perlu diperhitungkan. Apalagi dia bisa memanfaatkan situasi, waktu dan kondisi saat suaminya sedang menjabat," katanya.
Meski mendominasi, Mantan anggota DPRD Kabupaten Batanghari ini mengatakan ketiga Trah ini juga memiliki kelemahan. Trah Abdul Fattah misalnya. Hafiz sebagai pendatang baru dan belum pernah ikut pertarungan politik sama sekali.
"Masyarakat hanya melihat dari latar belakang orang tua dia. Tapi kalau untuk pribadi, Hafiz baru pertama mengikuti Pileg apalagi Pilkada. Komunikasi politik yang harus dijalankan, kemudian sejauh tim tidak memainkan politik identitas. Dan saya berharap politik identitas ini dihindari. Karena kita mencari pemimpin bukan masalah identitasnya," ujarnya.
Lalu, kelemahan Trah Hasip dan Trah Syahirsah hampir sama. Sebab apabila Camelia dan Yuninta resmi maju Pilkada Batanghari 2020, maka isu identitas akan tetap berlaku. Seperti pemimpin perempuan merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi masyarakat memilih keduanya.
"Tetapi sejauh mereka bisa menangkal isu-isu tersebut, mungkin semua punya peluang. Tinggal ketiga trah ini bisa memanfaatkan kondisi, situasi dan massa real yang mereka punya masing-masing," katanya.
Hafiz mempunyai massa real, massa militan terhadap almarhum ayahnya. Begitupun Camelia punya massa real, baik dari pak Hasip maupun dari Camelia itu sendiri. Selanjutnya Yuninta juga punya massa real, baik itu dari Syahirsah maupun dari dirinya sendiri.
" Kuncinya nanti adalah di Muara Bulian. Pemilih di Kecamatan yang mata pilihnya cukup besar ini akan menjadi rebutan seluruh bakal calon Bupati Batanghari periode 2020 nanti. Kalau tiga calon ini mencalonkan, maka diluar Batin XXIV akan menjadi basis rebutan," pungkasnya.
Di luar itu, Yuninta dan Haviz juga punya kelemahan lain. Yaitu, keduanya pernah berurusan dengan hukum. Seperti diketahui Yuninta pernah menjalani proses hukum kasus korupsi biaya makan minum. Meskipun akhirnya dia divonis bebas. Lalu Haviz beberapa kali berusuhan dengan hukum karena kasus narkoba. Bahkan terakhir dia batal maju menjadi caleg pada pileg 2019 karena menjalani proses hukum terkait kasus narkoba.
Sementara itu, M Haviz sudah memastikan akan maju pada Pilbup Batanghari tahun depan. Bahkan putra bungsu almarhum Abdul Fattah dan Wakil Bupati Kabupaten Batanghari, Sofia Joesoef, mengaku sudah melakukan persiapan berupa safari ke daerah, konsolidasidanj silaturahim dengan tokoh tokoh politik senior dan tokoh pemuda di Batanghari.
"Insya Allah saya mencalonkan diri. Dan alhamdulillah semua yang saya datangi menyambut baik, memberi semangat dan siap membantu," kata Hafiz dikonfirmasi Jambi One, Selasa (18/6) melam pekan lalu.
Partai Amanat Nasional (PAN) kemungkinan besar menjadi perahu politik dirinya maju Pilkada Batanghari 2020. Sebab sampai saat ini Haviz masih tercatat sebagai kader partai berlambang matahari terbit pimpinan Zulkifli Hasan itu. "Beberapa partai lain sedang dalam masa penjajakan, tapi belum bisa saya kasih tau sekarang," katanya.
Hafiz belum bisa menilai siapa lawan terberatnya nanti. Sebab nama yang digadang-gadangkan maju Pilkada Batanghari 2020, semuanya mempunyai peluang yang sama.
"Terlalu dini untuk menentukan siapa, kita lihat nanti lah, biar mengalir saja," ujarnya.
Tak mau kalah dengan Haviz, Camelia Puji Astuti juga menyatakan siap maju kalau memang itu yang diinginkan dan diharapkan masyarakat Kabupaten Batanghari. Bahkan dia juga mengklaim sudah dapat dukungan tokoh masyarakat (Tomas) dan pemuda. Mereka meminta dirinya mempersiapkan diri untuk maju di Pilkada 2020.
"Namun, perjalanan masih panjang. Masih banyak waktu untuk mempersiapkan semuanya. Termasuk waktu untuk memahami keinginan dan harapan masyarakat Batanghari," kata politisi perempuan yang kini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Batanghari ini dua pekan lalu.
Putri mantan Bupati Batanghari Hasip Kalimuddin Syam ini mengaku masih ingin santai. Sebab masih banyak tahapan yang harus dijalani. "Yang terpenting hasilnyo baik untuk Batanghari," ujar Anggota DPRD Kabupaten Batanghari terpilih ini.
Sementara Yuninta Asmara juga sudah terlihat mulai rajin melakukan sosialisasi dan sowan kepada tokoh tokoh politik senior. Meski belum menyatakan sikap, namun Yuninta diyakini bakal maju menggantikan posisi suaminya. (fai)