Kalangan Ulama Ramaikan Bursa Cagub Jambi

Didukung HBA, Cek Endra Selangkah Lebih Maju

Senin, 08 Juli 2019 - 07:32:37 WIB - Dibaca: 2263 kali

()

JAMBI- Persaingan antar kandidat calon gubernur (Cagub) merebut kursi BH 1 pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang makin memanas. Berbagai strategi menarik simpati masyarakat sudah mulai dijalankan. Termasuk berburu dukungan dari tokoh berpengaruh dan ulama.

            Cek Endra misalnya. Sejak beberapa pekan terakhir, Bupati Sarolangun ini terlihat makin agresif mencari simpati masyarakat. Selain melakukan subuh keliling, dia juga aktif memburu dukungan tokoh paling berpengaruh saat ini, Hasan Basri Agus (HBA). Dan upaya bupati yang biasa dipanggil HCe itu berhasil.

             Mantan Gubernur Jambi H Hasan Basri Agus akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi di hadapan Persatuan Keluarga Sarolangun (Perkasa) pada kegiatan di RCC, Sabtu pagi (6/7). HBA  menyatakan dukungannya ke Cek Endra untuk maju di Pemilihan Gubernur Jambi 2020.

            Pernyataan ini langsung disambut gemuruh oleh Keluarga Sarolangun yang hadir. Apalagi HBA menyeru Satu komando HBA untuk Cek Endra. “Naif kalau ado Perkasa tak mendukung (Cek Endra). Kami minta, jangan ada dusta diantara kita,” tegas HBA ketika berpidato tanpa teks di acara Perkasa tersebut.

            Pada kesempatan itu, HBA menyebut Cek Endra sebagai adik dan putra terbaik Sarolangun yang layak didukung. “Atas nama pembina Perkasa, adik kami Cek Endra akan maju Pilgub. Keluarga besar Sarolangun harus kompak (mendukung Cek Endra),” katanya disambut riuh tepuk tangan dan teriakan “CE Gubernur”.

            Anggota DPR RI terpilih ini berpesan agar Cek Endra terus berosialisasi mengejar probalitas dan elektabilitas. Di panggung Perkasa, HBA pun menyatakan tak akan ikut berlaga di Pilgub mendatang. “Orang pensiunan dak punyo isi tas. Yang masih menjabatlah paling pas,” ujarnya.

            HBA membocorkan tiga rahasia penting ketika berlaga di Pilgub. Pertama harus punya popularitas. Kedua elektabilitas dan terakhir isi tas. Isi tas yang dimaksud HBA merujuk pada kesediaan logistik atau sumber daya yang besar.

Nah, Menurut HBA, Cek Endra memenuhi syarat-syarat itu.  “Populer bae dak cukup. Kita dorong yang punya tiga komponen itu. Silahkan dindo Cek Endra sosialisasi, perkenalkan diri kepada masyarakat,” kata HBA.

Cek Endra yang duduk bersebelahan dengan HBA, menyambut seruan tokoh yang berhasil mengantarkan Golkar Jambi meraih dua kursi DPR RI pada Pileg 2019 lalu itu. “Insyaallah. Sayo siap maju,” kata Cek Endra disambut riuh sahibul bait.

            Pria yang akrab disapa HCe ini menegaskan tekad bulatnya karena dukungan abangda HBA dan Perkasa. Karena itu, dia meminta sesepuh Perkasa yang hadir juga satu komando menyambut seruan HBA; Hanya satu cagub dari Sarolangun-Bangko. “Kalo didukung tentu Sayo siap. kito ko kader bang Hasan semua,” tegasnya.

            Basyari, Ketua Umum Perkasa menegaskan, siap memenangkan HCs. “Kita Perkasa, siap support putra terbaik Sarolangun maju Pilgub,” tegasnya disambut histeris tetamu yang hadir.

 

 

Pengamat Politik dari Fisipol Unja, Mochammad Farisi menilai dukungan HBA menjadi langkah yang sangat menguntungkan bagi Cek Endra. "Sangat memberi efek kepada popularitas beliau (Cek Endra)," katanya.

            Selain itu, lanjut Farisi, dukungan HBA juga akan berdampak terhadap tokoh lain yang kemungkinan juga akan merapat ke Hce. " Dengan adanya dukungan HBA, kemungkinan tokoh lain merapat ke dia juga lebih besar," sambungnya.

            Apakah dukungan HBA tersebut juga bisa mempengaruhi suara Golkar?

Farisi menyebut jika popularitasnya meningkat bisa saja dukungan tersebut mengalir ke Cek Endra. "Golkar itu berpedoman pada survey elektabiltas. Kalau tinggi, ya kemungkinan besar pasti," ucapnya.

            Namun, dia masih menanti dukungan HBA dalam bentuk resmi. Yakni deklarasi dan hitam di atas putih. "Jika belum hitam di atas putih masih bisa berubah," ujarnya. Jika

Dukungan HBA itu benar benar kongret, Farisi menilai ini berarti Cek Endra selangkah lebih maju dari kandidat cagub yang lain.

            Sementara itu, Pengamat Politik dari UIN STS Jambi, Bahren Nurdin belum belum bisa meyakini dukungan HBA ke Cek Endra benar benar kongrit sebelum ada deklarasi dan hitam diatas putih. "Sampai saat ini saya lihat masih isu, kalau deklarasi dukungan baru bisa itu," katanya.

            Menurut Bahren, dukungan HBA sangat berarti bagi kandidat pada pilgub mendatang. Karena HBA punya banyak basis masa yang tersebar dari Jambi wilayah Barat hingga ke timur. "Pendukungan yang solid dimilik HBA menjadi rebutan siapapun kandidatnya," ujarnya.

            Di bagian lain, kalangan ulama juga mulai dodorong maju pada Pilgub Jambi 2020 mendatang. Salah satunya, KH Ahmad Mubarok. Nama Pimpinan Pondok Pesantren Almubarok, Tahtul Yaman, ini mencuat setelah mendapat dorongan dari tokoh Seberang Kota Jambi.

            Seperti diketahui, KH Ahmad Mubarok merupakan salah satu ulama dari Sebrang Kota Jambi. Namanya kini mencuat mengisi bursa karena dorongan dari kalangan ulama dan santri.

            Pimpinan Pondok Pesantren Tanjung Majlies Al Awwabin, Ustaz Amin Hudhori mengakui ada wacana dan keinginan dari kalangan guru untuk memajukan Ustaz Mubaroq. “Apalagi beliau (Ustaz Mubarok) adalah ulama kita sudah dikenal di masyarkat dan merupakan pimpina pondok pesantren,” kata Amin Hudhori dilansir dari jamberita.com.

            Makanya dirinya selaku masyarakat dan guru yang ada di Sebrang Kota Jambi mendukung pencalonan  Ustaz Mubarok sebagai Calon Gubernur Jambi. “Saya kira beliau layak untuk maju karena kita membutuhkan pemimpin yang bermoral, memiliki semangat untuk meweujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih. Makanya saya kira ulama kita sangat pas,” katanya.

            Apalagi dorongan maju bukan dari Ustaz Mubarok sendiri. Tapi juga dari kalangan masyarakat. “Belum ada kalangan ulama Jambi yang maju,” ujarnya.

            Mengenai munculnya kalangan ulama,  Farisi menilai sah sah saja. Menurut dia, siapa saja bisa maju dalam pilgub asalkan mendapatkan dukungan dari masyarakat. "Sah sah saja kalau mau maju.  Yang penting punya popularitas, punya kapasitas dan tahu solusi permasalahan Jambi," katanya.

 

Jangan sampai, lanjut Farisi, setelah duduk sebagai Gubernur baru belajar memimpin dan mencari solusi. Hal itu akan menjadi masalah yang sangat besar dan fatal. "Kalau duduk baru belajar ini yang jadi salah dan masalah. Ketika duduk sudah tau harus apa yang dikerjakan,"tandasnya.

            Senada dengan Farisi, pengamat Politik dari UIN STS Jambi Bahren menilai menculnya kalangan ulama dalam bursa cagub Jambi merupakan hal yang biasa biasa saja. Sebab semua bisa muncul. Yang terpenting  memiliki kapasitas dan kualitas  dalam kepemiminan Jambi ke depan. "Kapasitas dan kualitas yang paling penting," pungkasnya. (isw)

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA