Kawanan Begal Rampas Truk Batubara, Sopir Luka Parah

Jumat, 12 Juli 2019 - 08:09:07 WIB - Dibaca: 2048 kali

(Adrian Faisal/Jambione.com)

MUARA BULIAN – Kawanan perampok alias begal beraksi di wilayah Desa Tenam, Kecamatan Muara Bulian, Batanghari, Kamis (11/7) dinihari kemarin, sekitar pukul 04.00 Wib.

Korbannya sopir truk batubara bernama Firdaus (22), warga Desa Pematang Gadung, Kecamatan Mersam, Batanghari.

            Selain membawa kabur truk Mitsubishi Canter nopol BH 8422 MW, para pelaku juga melukai korban. Sopir truk batubara tersebut sempat ditodong pelaku dengan pisau. Dia empat melawan hingga tangannya terluka cukup parah akibat menangkis pisau yang hendak ditikam pelaku ke arah dadanya.

            Kapolres Batanghari AKBP Moh Santoso melalui Kasat Intelkam Iptu Eddy Yanuar mengatakan, pelaku berhasil membawa kabur truk Mitsubishi jenis Canter nomor polisi BH 8422 MW yang dikemudikan korban. Truk tersebut diketahui milik Nasril (35) warga Desa Rantau Kapas Mudo, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari.  "Pelaku masih dalam pengejaran petugas," katanya. 

            Eddy mengungkapkan, aksi perampokan itu bermula sekitar pukul 02.30 WIB. Dinihari itu, Firdaus mengendarai truk dari arah Jambi menuju Muara Tembesi. Setibanya di daerah Talang Bukit, Kecamatan Muara Bulian, dia berhenti di salah satu warung membeli rokok. 

            Pelaku yang berada di dekat warung datang menghampiri korban dan bertanya. "Hoi kau dak ingat lagi dengan aku yo?", (Hai kamu tidak ingat lagi dengan aku ya). Kemudian korban menjawab, "Dak tau" (Tidak tahu), dan pelaku mengatakan "Aku be bapak kau kenal" (Saya saja bapak kamu kenal). 

            Lalu korban bertanya lagi kepada pelaku, "Kau ngapoi disiko" (Kamu mengapa di sini). Dijawab pelaku "Lagi menunggu Saipul". Lalu pelaku menumpang kendaraan milik korban. Korban mengatakan kepada pelaku "Aku dak sampe ke Mersam, aku cuma sampe Pal V" (Saya tidak sampai ke Mersam, saya hanya sampai Pal V). Dijawab oleh pelaku "Iyolah dak apo" (Iyalah tidak apa),". 

            Dalam perjalanan, pelaku sempat mengajak korban merampok sopir Fuso. Namun ditolak korban. Saat itu korban mulai menaruh curiga. Setibanya di Desa Tenam, korban mampir di pinggir jalan. Saat posisi masih di dalam mobil, pelaku langsung mengarahkan senjata tajam berupa pisau ke arah dada korban.

            "Lalu ditepis korban menggunakan kedua tanggannya hingga mengalami luka robek. Kemudian korban berlari dengan maksud melarikan diri. Sementara pelaku langsung membawa kabur mobil truk korban ke arah Pal V Muara Tembesi," jelas Eddy. 

            Menurut Eddy, korban rupanya merupakan sopir cadangan. Pelaku begal diduga berjumlah dua orang. Salah satu pelaku menggunakan senjata tajam berupa sebilah pisau. Korban memberi tumpangan kepada pelaku karena merasa pelaku kenal dengan orang tuanya. Dan pelaku juga mengaku kenal dengan Saipul. 

            "Menurut korban, temannya bernama Saipul juga merupakan sopir truk angkutan batubara yang beralamat di Desa Sengkati, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batanghari," ujarnya. 

            Akibat luka yang dia alami, korban dilarikan ke IGD RSUD HAMBA Muara Bulian sekira pukul 06.30 WIB. Korban datang dengan luka robek pada sela jari jempol dan telapak tangan kanan, pendarahan aktif dan luka robek di ibu jari kiri sekira 3 cm, heatching luka tangan kanan 25 jahitan dan heatching luka tangan kiri 5 jahitan. "Saat ini keadaan korban sudah normal dan sadar. Korban dirawat di ruang Zaal Bedah RSUD HAMBA Muara Bulian," pungkasnya. (fai) 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA