Awas! ISPA Mengancam Kemarau Dipediksi Hingga Akhir September, Jarak Pandang Masih Normal

Selasa, 06 Agustus 2019 - 05:46:13 WIB - Dibaca: 1684 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI - Dampak kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Jambi mulai terasa. Warga di sejumlah kabupaten mulai terdampak dari kabut asap yang ditimbulkan dari Karhutla tersebut. Selain menagnggu aktifitas, kabut asap tersebut juga mengancam kesehatan masyarakat. Penyakit yang paling sering menyerang masyarakat adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

            ISPA adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang hidung, trakea (pipa pernapasan), atau paru-paru. Bisa dikatakan ISPA merupakan infeksi yang mengganggu proses pernafasan seseorang. ISPA menjadi penyakit yang gampang sekali menular.

            Saat ini, ISPA sudah menyerang warga Tanjung Jabung Barat. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, diperkirakan ribuan warga di daerah itu dipastikan menderita ISPA. Menurut laporan dari 16 Puskesmas di 13 Kecamatan di Tanjab Barat, pada Bulan Juni saja tercatat 961 warga menderita ISPA. Sementara laporan bulan Juli belum masuk. Sebaran warga yang paling benyak terjangkit ISPA berada di Kecamatan Tebing Tinggi.

            Kabid ‎Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tanjab Barat, dr. Johanes Sitorus melalui Junaidi selaku pengelola program mengatakan, penderita ISPA didominasi anak-anak. Usia 5 tahun ke atas. Sedangkan orang dewasa hanya sebagian kecil saja.

            Menurut dia, ada beberapa paktor yang menyebabkan anak anak mudah terserang ISPA. Pertama, tertular dari penderita batuk, imunisasi tidak lengkap, kurang gizi serta pemberian asi yang kurang memadai. ‘’Lalu, terhirup asap atau debu secara berulang-ulang dan tinggal di lingkungan yang tidak sehat,"terangnya kepada wartawan.

            Junaidi ‎mengatakan, melalui puskesmas, pihaknya telah menyampaikn himbauan kepada masyarakat. Terutama yang memiliki anak kecil. Supaya meminimalkan waktu bermain di luar rumah. Apa lagi disaat kemarau dan banyaknya karhutla saat ini. "Jangan biarkan anak anak terlalu lama bermain di luar rumah. Jika memang penting, upayakan anak menggunakan masker,"katanya.

            ‎Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya ditargetkan untuk menemukan penderita Pneumonia balita. Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru-paru yang ditandai dengan batuk disertai napas cepat dan atau napas sesak pada blita usia 0-59 bulan. Penyakit ini sngat berbahaya. Dan bisa menyebabkan kematian dalam waktu 3- 10 jam apa bila tidak mendapatkan pertolongan cepat.

            "Pneumonia sama seperti ISPA.‎ Tapi ISPA yang sudah sangat parah. Makanya sangat berbahaya sekali bagi anak-anak,"pungkasnya.

            Selain Tanjab Barat, kabupaten yang juga rawan ISPA adalah Muarojambi. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Syamsiran saat dikonfirmasi tidak menampik kemungkinan banyak warga di Muarojambi diserang ISPA. Saat ini pihaknya masih melakukan pemantauan.

‘’ Seakarang kita masih pada tahap melakukan pemantauan. Karena asap belum begitu parah,’’ katanya.

            Meski demikian, Syamsiran mengaku sudah meminta suplai masker dari Pemprov Jambi.

Menurut dia, saat ini kondisi udara di Provinsi Jambi mengalami penurunan. Namun masih dalam kategori normal. "Kita akan koordinasi dulu dengan pihak BPBD, daerah mana saja yang benar-benar membutuhkan masker," ujarnya.

Sementara itu dari Merangin dilaporkan, Dinas Kesehatan Merangin belum punya kepastian data warganya yang terserang ISPA. "Kami belum dapat data dari puskesmas, karena yang mempunyai servey len langsung itu puskesmas, " kata Abdae, Pelaksanaan Tugas (Peltu) Kadis Kesehatan Merangin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (5/8) kemarin.

            Meski demikian, Abdae menghimbau kepada warga Merangin agar membatasi aktifitas di luar rumah. "Kita hanya bisa menyarakan kepada masyarakat tidak perlu lama di luar rumah. Dalam waktu dekat kita juga akan menyiapkan masker untuk dibagi bagikan kepada masyarakat,’’ katanya lagi.

            Terpisah,  Kasi Data dan Informais Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Thaha Jambi, Kurnia Ningsih mengatakan kabut asap akibat Karhutla mulai mempengaruhi jarak pandang. Namun, kondisinya belum parah alias masih dalam kategori normal. Yakni 3.900 meter.

            "Jarak padang terendah terjadi pada pagi dan malam hari 3.900 meter. Sedangkan siang tidak menggangu karena arah angin tidak kencang. Jadi asap tidak masuk ke kota,"katanya kepada wartawan, Senin (5/8)

            Menurut Kurnia Ningsih, dalam tiga hari terakhir keberadaan asap di Kota Jambi jauh lebih lama dibandingkan hari sebelumnya. "Kalau tiga hari terakhir sudah 5 sampai 6 Jam asap bertahan di Kota ini,"sebutnya.

            Dia juga mentgatakan, pada siang hari kabut asap sudah menyebar. Namun dalam intensitas kecil dan tidak pekat. " Kalau siang hari hanya beberapa jam saja dan tidak pekat,"sebutnya.

            BMKG mempredisksi musim kemarau di Provinsi Jambi terjadi hingga akhir September 2019 mendatang. Kondisi cuaca berawan. Namun tidak menimbulkan hujan. " Jadi hanya berawan saja. Itu yang bisa kita prediksi,"ujarnya.

            Dia menyebutkan hanya ada dua kabupaten yang kemungkinan akan terjadi hujan dari ringan hingga sedang. Yakni Kerinci dan Merangin. Oleh sebab itu, dia menghimbau masyarakat untuk menghemat air dan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta sampah sembarangan. Karena akan menimbulkan asap. "Akan menumbulkan titik panas juga nantinya,"katanya.

            Kurnia Ningsih mengungkapkan bahwa titik panas yang terjadi di sejumlah kabupaten di Jambi ternyata tidak sepenuhnya disebabkan oleh titik api. Tapi tumpukan batu bara menjadi salah satu penyumbang titik panas. Tumpukan baru bara tersebut terbaca Satelit Terra & Aqua sebagai titik panas. Informasi yang dia terima tumpukan baru bara tersebut berada di Kabupaten Batanghari.

            Berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua) dan Suomi NPP (Tingkat Kepercayaan >50%) Tanggal 4 Agustus 2019 update Tanggal 5 Agustus 2019 pukul 05.00 WIB di wilayah Provinsi Jambi terdapat 12 titik panas yaitu di Kabupaten Tanjab Barat tiga titik panas, dan Kabuapaten Muaro Jambi sembilan yitik panas (son/jo01/isw)

TENTANG ISPA:

 

Penyebab ISPA

 

  • virus atau bakteri, yang mudah sekali menular.

 

Penularan:

  • Melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi. Virus atau bakteri dalam percikan liur akan menyebar melalui udara, masuk ke hidung atau mulut orang lain.

 

  • Melalui sentuhan dengan benda yang terkontaminasi, atau berjabat tangan dengan penderita.

 

Yang lebih rentan tertular ISPA:

  • Anak-anak dan lansia
  • Orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah
  • Penderita gangguan jantung dan paru-paru
  • Perokok aktif

 

Gejala ISPA:

Gejala dari infeksi saluran pernapasan akut berlangsung antara 1-2 minggu. Sebagian besar penderita akan mengalami perbaikan gejala setelah minggu pertama. Gejala tersebut adalah:

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA