Asap Sudah Sampai ke Malaysia Hari ini Gubernur, Danrem dan Kapolda Bahas Karhutla dengan Menkop

Selasa, 06 Agustus 2019 - 05:48:00 WIB - Dibaca: 2953 kali

()

JAMBI-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sebagian provinsi di pulau Sumatera, termasuk jambi ternyata sudah dirasakan dampaknya oleh negara tetangga, seperti Malaysia. Hal disampaikan oleh Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, dalam acara Lokalatih Pengembangan Ekonomi Desa Peduli Gambut, di rumah Kito Resort, Senin (5/8) kemarin.

            Menurut dia, berdasarkan pemberitaan di media lokal Malaysia, di beberapa provinsi sudah terpapar kabut asap. Bahkan, karena hal tersebut Dianto mendapat pesan singkat dari Menteri Lingkungan dan Kehutanan (LHK) untuk lebih memperhatikan karhutla yang terjadi di Jambi. Menteri LHK meminta atensi dari Gubernur Jambi, apa langkah-langkah yang diperbuat setelah sudah sampainya asap tadi di negara tetangga,.     

            “Sudah ada beberapa provinsi di Malaysia yang sudah kedatangan asap dari Indonesia. Seperti  di KualaLumpur, Trenggano, Putra Jaya, Johor dan beberapa daerah sudah terpapar. Artinya kalau asap sudah nyeberang ke negara tetangga adalah asap yang kemungkinan berasal dari provinsi di sumatera,”katanya.

            Dianto menyebutkan pihaknya sudah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan bantuan 2 unit helikopter dari BNPB Pusat. “Bantuan helikopter sudah datang dan sudah beroperasi. Sejak sampai kemarin di desa Arang Arang Muarojambi, ada lebih kurang 40 hektar kawasan terbakar. Jadi di atasnya padam, tapi asap tetap keluar,” kata dia.

            Menurut Dianto, untuk membahas karhutla ini, Provinsi Jambi diundang Kemenko Polhukkam. " Besok (6/8)-hari ini- seluruh Gubernur, Danrem dan Kapolda diundang oleh menteri koordinator Polhukam di Jakarta," tandasnya. 

            Sementara itu, Danrem 042/Gapu Kolonel Arh Elphis Rudi yang juga Dansatgas Karhutla mengajak semua pihak untuk berperan aktif mencegah terjadinya karhutla di Jambi

"Saya mengharap peran serta seluruh komponen utk berprran aktif mencegah (prioritas)," katanya, Senin (5/8).

            "Ayo kita saling bahu membahu buat cegah kebakaran hutan dan lahan di Jambi. Termasuk kampanye secara masif kepada masyarakat dan pihak terkait agar tidak membakar lahan,"sambungnya.

            Selain itu, dia juga mendorong pemprov dan pemda untuk turun dan berperan aktif menggerakkan masyarakat, sosialisasi, pasang banner himbauan, kampanye door to door sampai ke pelosok desa dan negeri Jambi. "Agar semua warga tahu membakar lahan itu dilarang dan dapat dihukum. Dorong penegak hukum agar beri efek pencegah dan jera. Dan mari berdoa bersama agar turun hujan," ungkapnya.

            Dia juga menyebutkan kebakaran hutan dan lahan di Jambi hanya sekitar 300 hektare (ha). "Muarojambi  saat ini masih terluas,"ucapnya. Dia menyebutkan apel siaga karhutla baru akan dilalukan pada 8 Agustus 2019 mendatang

            "Setahu saya ini sudah sesuai dengan pertimbangan peningkatan status siaga bencana karhutlah  Prov Jambi yang memang baru dinaikan. Untuk menaikkan status juga tidak boleh asal karena akan menggunakan anggaran dan harus  berdasarkan minimal 2 kabupaten yg menaikkan status,"jelasnya.

            Karena kondisi Jambi memang tidak separah daerah lain yang sudah menaikkan status maka penanganan masih fokus didaerah lain. "Semisal di Riau ada 19 heli water bombing dan 1 pesawat rekayasa cuaca. Sedangkan utk jambi dgn adanya peningkatan status ini kita ajukan awal 3 unit heli namun baru didukung 2 heli (1 patroli dan 1 water bombing)," tandasnya. (isw) 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA