Pedagang Cabai Angso Duo Marah OP Cabai Pemprov Matikan Pasar Mereka

Jumat, 09 Agustus 2019 - 14:30:33 WIB - Dibaca: 1819 kali

(Winda/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Operasi pasar alias OP cabai oleh Pemprov Jambi membuat pedagang cabai di Pasar Angso Duo berang. Pasalnya OP tersebut ternyata mematikan usaha mereka. Para pedagang cabai merasa harga OP cabai Pemprov Jambi terlalu rendah. Akibatnya, cabai jualan mereka tak laku.Hal ini terungkap saat Gubernur Janbi, Fachrori Umar melakukan inspeksi mendadak di pasar Angso Duo tadi pagi. 

Saat sidak, salah seorang pedagang pasar Angso Duo marah karena pemerintah menjual cabai merah dan rawit dengan harga Rp60 ribu per kilogram. Padahal para pedagang menjual dengan harga Rp75 ribu perkilonya.

Ema, seorang pedagang mengatakan, modal untuk menjual cabai merah Rp75 ribu dan cabai rawit Rp70 ribu.

"Kami para pedagang ni mati, tinggal dikubur be lagi, dak laku, sementara kami mau bayar pake apo ke toke kalau barang kami ni dak laku," ujar Ema.

Ia juga mengatakan, cabai paling murah harga Rp65 ribu.  Itu pun tangkai cabai yang sudah hitam.

"Jadi kami harus jual berapa pak, kalau modal kami Rp65 kami harus jual Rp70 kan pak. Di luar pemerintah jual Rp60 ribu, jadi kami kaki lima ini mau makan apa pak, sementara ini mau lebaran," katanya di hadapan Gubernur Jambi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Amir Hasbi berkata, pemerintah menjual dengan harga Rp60 ribu hanya berlangsung selama 2 hari saja.

Setelah itu, Amir mengatakan dibukanya pasar murah untuk menstabilkan dan menetralisir harga kebutuhan bahan pokok menjelang hari raya.

"Kita saling membantulah bu, kami kan hanya jual cabai merah buk. Itu kami buka sehari atau dua hari saja, ini kan juga untuk membantu masyarakat, kalau ibu kan jualnya setiap hari, " kata Amir Hasbi.

Tetapi, Ema malah berujar, dirinya juga ada jual cabai merah. "Kenapa tidak memberitahu kami, kalau begitu kami tidak perlu beli ke gudang, itu mematikan kami, seharusnya bapak kasih tau jadi kami tidak perlu jualan," tegas Ema.

Amir Hasbi juga menambahkan bahwa operasi pasar tersebut bersifat sementara karena setelah itu cabai tersebut juga akan dijual ke pedagang. Ia juga menegaskan bahwa ini tidak mematikan karena sifatnya sementara.

Sementara itu, Gubernur Jambi, Fachrori Umar, menengahi.  "Nanti pasti normal lagi dan baik-baik saja,"katanya. (jo1)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA