JAMBI- Dampak dari Kemarau panjang disertai kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa daerah mulai terasa di Jambi. Selain ancaman kekeringan, kabut asap yang ditimbulkan akibat Karhutla juga menyebabkan kualitas udara di Kota Jambi mulai kurang baik. Terutama di malam hari.
Kondisi ini udara yang mulai memburuk ini rawan menimbulkan sejumlah penyakit. Seperti flu, sesak nafas dan batu-batuk. Terutama pada anak-anak. Makanya, warga disarankan untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi Ardi mengatakan, beradasarkan alat pantau atau alat ukur kualitas udara AQMS yang terletak di halaman depan Kantor Wali Kota Jambi terdeteksi bahwa kualitas udara di Kota Jambi dalam kategori sedang dan aman. "Ini parameter ozon yang diangka 69 ,” katanya.
Meski demikian, pada jam jam tertentu kualitas udara mulai tidak baik. Ardi mencontohkan pada Sabtu (10/8) malam. Terjadi peningkatan partikel sehingga menyebabkan udara bau yang dipengaruhi oleh laju angin barat dan kelembaban udara yang terjadi pada malam hari.
“Selanjutnya dari sisi real time malam tadi (sabtu malam) kami identifikasi terjadi peningkatan partikel 2,5 yang agak sedikit tinggi. Sehingga memang terasa malam tadi keadaan udara Kota Jambi teridentifikasi bau. Ini dipengaruhi adanya angin barat dan kelembaban udara yang terjadi di malam hari,” jelasnya.
Menurut Ardi, kualitas udara sedang ini dampaknya sudah menyerang tanaman yang memiliki sensitifitas tinggi. Dapat mengganggu pertumbuhannya. "Tapi kalau untuk manusia dan hewan masih dapat beradaptasi dengan kondisi kategori sedang ini," ujarnya.
Walaupun masih aman, Ardi tetap menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas pada malam hari. Jika memang keadaan mengharuskan keluar rumah, diharapkan menggunakan masker.
“Saat ini di pagi hari kita lihat kondisi udara baik. Oleh karena itu kami sarankan kepada mayarakat Kota Jambi untuk melakasanakan aktivitas. Namun, bila dimalam hari disarankan untuk menahan diri keluar rumah. Atau apabila keluar rumah menggunakan masker," pungkasnya. (ali)