Karhutla di Betara Meluas, Dua Hari Belum Berhasil Dipadamkan

Rabu, 04 September 2019 - 05:51:53 WIB - Dibaca: 2198 kali

(Edison / Jambione.com)

KUALATUNGKA- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus meluas. Selain ditanjab Timur,  dalam dua hari terakhir kebakaran juga terjadi di Tanjab Barat. Api melahap areal perkebunan kelapa sawit dan pinang di Desa Pematang Lumut, Kecamatan Betara.

Informasinya, kebakaran terjadi di tiga lokasi berbeda. Yakni di Dusun Kampung Tengah, Betara Enam Desa Pematang Lumut, dan di Pinang Merah, Desa Serdang Jaya. Hingga Selasa (3/9) sore, tim gabungan masih berjibaku memadamkan api di tiga lokasi tersebut. "sudah dua hari kita masih terus melakukan pemadaman," kata salah seorang tim pemadam saat ditemui di lokasi kebakaran di Betara 10.

            Pria yang mengaku bertugas di Dinas Perkebunan Tanjab Barat itu ikut melakukan pemadaman karena perintah atasan. "kita disuruh atasan untuk ikut membantu,"ujarnya tanpa mau menyebutkan namanya. 

            Menurut dia, tim pemadam kebakaran melibatkan banyak pihak.  Dari damkar,TNI, Polri, PT WKS,  Petrochina, BPBD, dan dari Manggala Agni. Namun, dia mengaku belum tahu berapa luas lahan yang terbakar. "Kalau luas yang telah terbakar BPBD yang tau, "katanya. 

            Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan dari pihak terkait. 

Nasrun, Sekretaris Camat Betara membenarkan kebakaran yang melanda kawasan perkebunan.

"Upaya pemadaman dilakukan dari kemarin malam (Senin malam) dan masih terus belanju sampai saat ini (siang kemarin). Belum diketahui juga berapa luas areal yang terbakar. Karena tim masih fokus pada upaya pemadaman,"katanya. 

            Pantauan di lapangan, luas lahan perkebunan yang terbakar di tiga lokasi ini diperkirakan mencapai puluhan hektar. Asap pekat terlihat membumbung di lokasi kebakaran di Betara 10. Sejumlah petugas pemadam masih terlihat sibuk melakukan pemadaman. Sementara yang lainnya bersiaga di sisi areal lain mencegah meluasnya kebakaran.

            Sebelumnya, 280 hektar lahan di empat kecamatan di Tanjab Timur juga ludes dilalap api. Yakni Kecamatan Sadu sebanyak titik api, kemudian Kecamatan Berbak, Dendang, dan Kecamatan Mendahara. Titik api terbanyak berada di Kecamatan Sadu, yakni di Desa Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut.

Sejak titik api mulai berkobar sekitar tiga hari lalu, tim pemadam gabungan belum berhasil memadamkan api. Selain angin yang cukup kencang, tim pemadam di lapangan juga kesulitan mencari sumber air.

“Tiga titik api di Kecamatan Sadu ini sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Saat ini luas lahan yang terbakar di tiga titik api tersebut sekitar 100 hektar,” ungkap Indra, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tanjabtim.

Lalu, di Kecamatan Berbak, sekitar 80 hektar lahan yang terbakar. Sebagian merupakan kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) dan lahan milik PT Atga ludes dilalap api. “Untuk Karhutla di Kecamatan Sadu dan Berbak, selain tim pemadam gabungan juga dibantu oleh water bombing,” jelas Indra.

            Selain di Kecamatan Sadu dan Berbak, Karhutla juga terjadi di Kecamatan Dendang dan Mendahara. Di Kecamatan Dendang luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 60 hektar, Sedangkan di Kecamatan Mendahara telah mencapai sekitar 40 hektar. “Suluruh karhutla yang terjadi persoalannya sama. Sumber air sulit dan angin di lokasi cukup kencang sehingga api dengan mudahnya menyebar,” terangnya.(son/zal)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA