MUARA SABAK -- Karhutla di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terjadi sejak sepekan lalu belum juga berhasil dipadamkan tim gabungan. Kebakaran lahan menyebar di tiga desa. Yaitu Desa Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut. Yang terparah di Desa Baku Tuo. Bahkan api telah mendekati permukiman warga.
Camat Sadu, Frans Afrianto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kebakaran laha itu. Malah menurut dia, kebakaran di Kecamatan Sadu telah dimulai sejak satu bulan lalu. Api sempat padam karena diguyur hujan. Namun, kemudian secara silih berganti titik api terus bermunculan.
“Dari tiga lokasi kebakaran, yang terjadi di Desa Baku Tuo paling parah dibanding di Desa Sungai Sayang dan Desa Air Hitam Laut,” katanya. Menurut Frans Afrianto, kebakaran lahan di Desa Baku Tuo sudah sangat mengkhawatirkan, karena api mulai mendekati pemukiman warga.
Lebih lanjut Frans mengatakan, kebakaran lahan di Sadu ini seakan tidak ada habisnya.
Ketika tim pemadam tengah melakukan proses pendinginan di salah satu titik, muncul lagi titik api yang baru di satu hamparan yang sama. Begitulah seterusnya.
Meski sempat dilakukan pemadaman menggunakan Water Bommbing, namun usaha tersebut seakan tidak cukup membantu. Sebab ketebalan lahan gambut yang terbakar sangat dalam. Kondisi itu diperparah lagi oleh angin yang bertipu cukup kencang di lokasi Karhutla. “Tapi kami bersama tim pemadam gabungan dan masyarakat setempat akan terus berusaha semaksimal mungkin. Apalagi titik api sudah mendekati rumah warga,” katanya.
Menurut dia, kendala utama yang dihadapi tim gabungan di lapangan saat ini adalah sulitnya mendapatkan sumber air di lokasi. “Kalau personil tidak ada kendala berarti. Hanya sumber air dan kurangnya peralatan pemadam yang menjadi masalah di lapangan,” ucapnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil Anev Karhutla, Karhutla di Tanjab Timur paling parah terjadi di Kecamatan Sadu. Luas lahan yang terbakar di sana mencapai 255 hektar. Kemudian disusul Kecamatan Dendang sekitar 100 hektar. Total luas lahan akibat Karhutla di Kabupaten Tanjabtim saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 488 hektar.(zal)