Siswa SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta Diliburkan Satu Hari

11.251 Warga Kota Jambi Terserang ISPA

Rabu, 11 September 2019 - 07:57:51 WIB - Dibaca: 1452 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

 

 

JAMBI- Dampak dari kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menyerang masyarakat. Kualitas udara yang terus memburuk menyebabkan warga terancam sejumlah penyakit. Yang paling rentan adalah Insfeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa). 

Berdasarkan data Air  Quality Monitoring System (AQMS), kualitas udara di Kota Jambi masih berfluktuasi dari tidak sehat hingga berbahaya. Data realtime Dians Lingkungan Hidup kota Jambi menunjukkkan bahwa pada (9/9) malam pukul 20.00 WIB Parameter PM2.5 nilai 746, di atas baku mutu, Kategori Berbahaya. Sementara Selasa pagi (10/10) pukul 10.30 WIB Parameter PM2.5 nilai 202 di atas baku mutu,  kategori sangat tidak sehat.

Memburuknya kualitas udara ini berbanding lurus dengan peningkatan penderita ISPA di Kota Jambi.  Data dari Dinas Kesehatan Kota Jambi menyebutkan, pada Juni 2019 lalu penderita ISPA tercatat sebanyak 7.142 kasus. Lalu bulan Juli meningkat menjadi 9.316 kasus dan Agustus hingga 10 September naik lagi menjadi 11.251 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliarti mengatakan pasien yang terserang ISPA ditandai dengan batuk, pilek, serta sesak nafas. Penderitanya juga menyerang anak-anak hingga usia tua. “Tapi rata-rata banyak orang tua yang terserang ISPA,” kata Ida, Selasa (10/10) kemarin. 

Ida menghimbau warga mengurangi aktifitas  di luar rumah. Menurutnya jika memang harus keluar rumah, maka warga diminta menjaga kesehatannya dengan menggunakan masker.

“Banyak makan buah dan sayur, serta minum air putih sehingga tubuh tetap menerima nutrisi,” jelasnya.

Selain infeksi saluran pernapasan, dampak jangka panjang dari pekatnya asap saat ini bisa menimbulkan infeksi paru. Terus juga dari makanan yang terbuka, juka dimakan bisa menyebabkan diare dan berpengaruh pada saluran cerna. Selain itu untuk yang alergi debu akan menyebabkan kambuhnya asma. “Harus banyak minum air putih, selalu gunakan masker saat di luar rumah,” sarannya.

Terkait dengan penanganan korban kabut asap, Ida mengatakan pihaknya sudah menekan kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit Pemerintah Kota Jambi mematuhi maklumat yang telah dikeluarkan Walikota Jambi beberpa waktu lalu.“Penaganan korban dampak kabut asap gratis,”ujarnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan partikel debu lebih pekat terjadi pada malam hari. Namun siang hari kondisi udara tetap dalam status sangat tidak sehat. 

Menurut Maulana, pihaknya sudah membagikan masker pada setiap kegiatan dan kunjungannya.

Maulana juga mengimbau agar pihak swasta dan juga penggerak sosial ikut serta dalam membagikan masker. “Kalau anak sekolah kan sudah kita liburkan. Nah untuk pengendara sepeda motor yang terpapar asap secara langsung harus memakai masker untuk menjaga kesehatan paru-parunya,” katanya.

Maulana juga menghimbau kepada seluruh pengurus masjid, mushalla, agar setiap sholat meminta doa turun hujan. Karena dampak asap ini sangat berpengaruh bagi kesehatan warga kota Jambi. “Kasian juga dengan anak sekolah kalau diliburkan terus karena kabut asap,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubenur Jambi Fachrori Umar juga sudah mengeluarkan kebijakan meliburkan siswa SMA/SMK/SLB di wilayah Kota Jambi, Muarojambi, Tanjab Timur dan Tanjab Barat, pada hari ini, Rabu (11/9). Kebijakan libur satu hari ini diambil setelah melakukan rapat dengan Satgas Karhutla, Selasa (10/9) kemarin. 

Usai rapat, gubernur melalui Sekda M Dianto langsung melayangkan surat himbauan kepada seluruh Kepala SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se Provinsi Jambi. Dalam surat itu disebutkan, libur satu hari ini diputuskan berdasarkan pertimbangkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada pada angka 99 atau dalam kategori sedang.(ali/nda)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA