JAMBI- Konstelasi politik jelang Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Sungai Penuh 2020 mendatang semakin menarik disimak. Salah satu kandidat yang telah menyatakan sikap siap bertarung pada kontestasi politik lima tahunan itu adalah Fikar Azami, putra Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB).
"Saya sudah menyatakan diri maju di Pilwako," katanya kepada wartawan di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (9/9). Bahkan, mantan Ketua DPRD Kota Sungai Penuh ini mengaku sudah melakukan penjajakan komunikasi politik dengan semua Partai Politik (Parpol) untuk mendapatkan perahu.
"Mungkin awal tahun baru jelas partai apa. Kita sudah membuka komunikasi dengan semua partai," katanya lagi. Sebagaimana diketahui, Fikar adalah Ketua DPC Partai Demokrat Sungai Penuh. Pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SYB) ini berhasil meloloskan enam kadernya di DPRD Kota Sungai Penuh.
Itu artinya, dengan modal 6 kursi atau 24 persen di parlemen, partai berlambangkan Merci ini sudah bisa mengusung calon sendiri pada Pilwako Sungai Penuh nantinya dengan syarat minimal yang telah ditentukan hanya 20 persen kursi.
Saat ditanya siapa sosok wakil yang akan mendampinginya, Fikar mengatakan sedang melaksanakan survei, karena banyak sekali tokoh yang muncul saat ini. "Kita juga belum tau lawan kita siapa, karena belum jelas saat ini. Tentu wakil pun harus kita survey agar lancar menghadapi Pilwako," jelasnya.
Disinggung mencuatnya nama Mursida, Camat Jambi Selatan yang belakangan disebut-sebut bakal berpasangan dengan Fikar di Pilwako, mantan Ketua DPRD Kota Sungai Penuh ini tak menampik jika hal itu bisa saja terwujud. Dia mengaku nama Mursida merupakan salah satu tokoh Sungai Penuh yang masuk dalam surveinya. "Kalau memang nanti hasil survei ibu Mursida itu pantas untuk berkolaborasi di Pilkada 2020, kenapa tidak. Boleh-boleh saja," kata Fikar.
Ia menjelaskan, memang belum ada pembicaraan menggandeng Mursida sebagai calon wakil. Tetapi ia meminta dukungan secara pribadi keluarga besar Mursida di Sungai Penuh.
"Saya sudah mengenal ibu Mursida. Kalau pembicaraan ke arah wakil memang belum ada," ujar putra Wali Kota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri ini.
Lantas kapan hasil survei diketahui? "Mudah-mudahan akhir tahun ada hasilnya," pungkasnya.
Untuk diketahui, Fikar dan Mursida akhir-akhir ini sangat akrab. Teranyar, Mursida terlihat menghadiri syukuran dilantiknya Ezzaty (adik Fikar) sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi di kediaman orang tua Fikar Azami di bilangan lorong Ibrahim Kota Jambi. Kedatangan Camat Jambi Selatan ini disambut langsung Fikar Azami. Keduanya juga menyempatkan diri foto bersama.
Pengamat politik Jambi, Dony Yusra Pebrianto, mengatakan Mursida memang menjadi primadona media saat ini. Dengan gebrakan dan daya tarik gaya kepemimpinan Camat Jambi Selatan ini membuat beliau sering muncul. Bahkan di Pilwako Jambi lalu nama beliau sempat mencuat.
"Yang patut menjadi catatan adalah sepertinya justru Mursida belum memberi sinyal akan terjun ke dunia politik. Di samping itu, Parpol juga pasti akan lebih memilih mengusung kader," katanya.
Selain itu, tingkat elaktabilitas Mursida juga penting dilihat, mengingat beliau tidak berkiprah secara institusional di Kota Sungai Penuh. Sehingga tentu juga akan berkorelasi dengan tingkat elaktabilitas. "Sekalipun popularitasnya lumayan, tapi belum tentu untuk elaktabilitasnya," sebutnya.
Menurut Dony, jika bicara figur, Mursida adalah birokrat matang. Sebagai pelayan masyarakat, dia selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Sudah barang tentu paham sekali bagaimana pola pelayanan kepada masyarakat dan keluhan masyarakat," jelasnya.
Dony mengatakan, sebenarnya kolaborasi politisi-birokrat sangat bagus untuk pembangunan daerah. Karena bisa saling mengisi sesuai dengan perannya. "Di samping itu kolaborasi dengan kalangan senior tentu sangat menguntungkan juga bagi pemimpin muda. Bisa berkolaborasi urusan kematangan dalam mengambil keputusan," pungkasnya.(fey)