Karhutla Terus Terjadi, Dewan Akan Panggil Perusahaan dan Satgasgab

Selasa, 17 September 2019 - 05:53:31 WIB - Dibaca: 1606 kali

(eko siswono/Jambione.com)

JAMBI -- DPRD Provinsi Jambi akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di Provinsi Jambi.  Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Satuan Tugas Gabungan (Satgasgab) karhutla dan perusahan pemegang konsesi yang lahannya terbakar.

            Ketua DPRD Jambi sementara, Edi Purwanto mengatakan semua pihak terkait dipanggil dengan tujuan yuntuk mencari solusi penanganan Karhutla di Jambi. "Rabu (18/9) akan kita panggil mereka semua untuk mencari solusi bersama,"katanya, Senin (16/9)

            Menurut Edi, pihaknya telah mendapat masukan dari hearing bersama NGO dan pemerhati lingkungan terkait penanganan karhutla dalam jangka pendek maupun jangka pajang. "Saat ini yang kita utamakan jangka pendek dulu,"sebutnya.

            Beberapa solusi jangka pendek, yakni membuat hujan buatan. Namun hujan buatan saat ini belum bisa dilakukan karena awan pemicu hujan tidak ada di langit Jambi. "Titik air tidak ada, mana mahalnya luar biasa buat hujan buatan,"katanya.

            Langkah lain yang bisa dilakukan adalah meminta semua perusahaan bersama sama mengerahkan peralatan dan pasukan pemadam kebakaran ke lokasi yang terbakar. "Kita memanggil perusahaan sudah menjalankan perda atau belum. Perda sudah ada pergubnya,"sebutnya lagi. 

            Nantinya kita berharap semua pihak fokus pada pemadaman. Misalnya ada satu lokasi kebakaran, semua ke satu titik itu sehingga cepat padam. "Misalnya gini, jangan sekolah saja yang diliburkan, tapi semua PNS di kabupaten diliburkan  dan diturunkan untuk padamkan api, misalnya gitu,"jelasnya.

            Selain itu Edi juga menyoroti keberadaan Restorasi Gambut Daerah. Jika tidak ada manfaatnya, menurut dia, lebih baik dibubarkan saja. Sebab anggaran juga terus mengalir."Kalau memang tidak ada keahlian yang direkrut oleh TRGD, ya bubarkan saja. Karena anggaranya besar, tapi kontribusi tidak ada,"tandasnya.

            Terpisah Dansatgab Karhutla, Kolonel Arh Elphis Rudy mengatakan pihaknya saat ini terus berusaha melakukan pemadaman karhutla. "Tim kita terus ada di lapangan dan kita sudah tambah lagi,"ungkapnya.

            Saat ini, kata Elphis, kebakaran di Jambi sudah mencapai 1.700 hektare. Belum begitu besar di bandingkan daerah lain.

            Sementara itu, Kasdam II/ Sriwijaya, Brigjen TNI Syafrial mengatakan saat ini pihaknya telah mengusulkan membuat hujan buatan untuk Jambi dan Sumsel. Saat ini pesawat untuk membuat hujan buatan sudah ada di Palembang. Tinggal tunggu cuaca saja.

            Syafrial mengagakan Presiden RI Joko Widodo (Kokowi) bisa saja ke Jambi untuk meninjau Kahutla yang saat ini terjadi. "Dalam waktu dekat (kemarin) presiden ke Provinsi Riau. Bisa jadi ke Jambi dan Sumsel juga kalau kondisi semakin parah. Dan beliau mau, kita juga sudah siapkan semuanya,"katanya lagi.

 

Menurut Syafrial, Karhutla yang terjadi saat ini sudah bisa membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Empat hari terkahir sudah mencapai kategori dalam angka 140. Saat ini Jambi  sudah terdapat tiga helikopter. Dua sudah beroperasi, satu lagi masih dalam tahap maintenance (pemeliharaan).

            Sementara itu, Karolog Polda Jambi, Kombes Pol Yasir yang mewakili Kapolda Jambi saat ditanya penanganan para tersangka pembakar kahutla mengatakan pihaknya sudah melakukan penangkapan sebanyak 19 orang. "Sudah kita tetapkan rata rata dari masyarakat,"ujarnya.

            Saat ditanya kenapa hanya masyarakat, bukan para korporasi (perusahaan), dia menegaskan butuh proses untuk melakukan penetapan tersangka. "Semua ada syaratnya untuk melakukan itu,"ujarnya.

            Lalu, saat ditanya perkembangan penyelidikan tim Polda yang diturunkan ke empat perusahaan, yakni SNP, PT REKI, PT MAS dan PT WKS, dia mengatakan belum ada perkembangan. "Sabar, butuh proses,"ujarnya. (isw)

 

 

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA