JAMBI- Tiga kader Partai Golkar diprediksi akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang. Ketiganya berpotensi berlawanan atau menjadi rival (saingan) dalam pertarungan merebut kursi Gubernur Jambi. Bahkan dua diantaranya, yakni H Syarif Fasha dan H Cek Endra disebut sebut sebagai dua kandidat paling kuat dan berpotensi merebut kursi BH 1.
Sementara satu kader Golkar lainnya, AL Haris, yang sepertinya juga ‘bernafsu’ naik kelas dari Merangin ke Provinsi bisa jadi lawan berat keduanya. Bahkan Al Haris sudah menyatakan siap maju. Bupati Merangin ini sudah mendaftar di penjaringan bakal calon gubernur (Bacagub) PDIP beberapa waktu lalu.
Ketika mengambil formulir, Al Haris dengan tegas menyatakan dia akan maju sebagai nomor satu. Al Haris juga disebut sebut sebagai inisiator pertemuan lima bupati di Kayu Aro, Kerinci dan di kabupaten Bungo.
Berbeda dengan Al Haris, Sy Fasha dan Cek Endra sedikit lebih kalem. Keduanya sepertinya masih saling tunggu. Sejauh ini keduanya belum menyatakan diri akan ikut bertarung pada kontestasi politik lima tahunan ini. Namun, sudah menjadi rahasia umum, minat keduanya maju di Pilgub Jambi sangat kuat. Bahkan keduanya juga menjadi rival di Golkar saat ini.
Sejauh ini, ada beberapa partai politik yang sudah mulai melakukan pendaftaran penjaringan kandidat Calon Gubernur Jambi, salah satunya PDIP. Namun, sampai kemarin keduanya tidak terlihat mendaftar.
Sy Fasha saat ditanyai awak media usai mengikuti rapat pleno DPD I Golkar Provinsi Jambi, apakah akan mendaftarkan di PDIP, menjawab dinamis. "Saya biasanya kan melihat, kalau partai itu sudah ada penganten, saya pikir untuk apa kita jadi penggembira disitu," katanya, Senin (16/9) kemarin.
Kalau belum ada penganten atau kandidatnya sendiri, kata Fasha, maka tidak menutup kemungkinan dirinya akan ikut mendaftar di partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. "Mungkin daftar, tapi lihat satu dua hari ke depan," ujarnya.
Selain itu, Wali Kota Jambi ini pun mengaku sejauh ini sudah ada beberapa partai yang berkomunikasi dengannya terkait dukungan di Pilgub Jambi 2020 mendatang. "Kalau saya bilang banyak nanti kegeeran. Tapi saya ucapkan terimakasih kepada para ketua partai yang sudah komunikasi dan atas kepercayaannya," katanya.
Namun demikian, Fasha enggan membeberkan partai mana saja yang sudah melabuhkan dukungan kepada dirinya sebagai perahu bertarung pada kontestasi politik paling bergensi di Jambi ini. "Saya tidak perlu sebut partainya apa saja, tetapi ada. Kalau untuk maju Pilgub cukuplah," tegasnya.
Bahkan, Fasha menegaskan jika sudah menyatakan siap maju nantinya, dia pantang mundur meskipun tidak didukung oleh Golkar. "Saya akan tetap maju, didukung ataupun tidak didukung Golkar. Kalau sudah menyatakan sikap maju," tegasnya lagi.
Jadi, lanjut Fasha, tidak perlu mati-matian untuk merebut dan mendapatkan perahu Golkar. "Didukung syukur, kalau tidak ya cari yang lain," tukasnya.
Sementara itu, Bupati Sarolangun Cek Endra, yang hingga saat ini belum menyatakan sikap, sepertinya masih enggan berkomentar banyak apakah dirinya akan ikut mendaftarkan diri di PDIP. "Nanti kita lihat, karena Golkar ini partai besar yang memiliki kursi cukup signifikan," katanya.
Dia pun menegaskan, tidak ada satu partai pun yang bisa berdiri sendiri mengusung calon pada Pilgub Jambi 2020 mendatang, termasuk Golkar dan PDIP. "Harus berkoalisi paling tidak dengan dua partai. Selain itu juga waktu masih panjang, kita ikut saja alurnya," pungkasnya.(fey)