KERINCI - Suhu di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, dalam tiga hari terakhir mendadak menjadi lebih dingin. Bahkan, menurut warga, suhu dingin seperti berada di wilayah salju. Hal tersebut, mengharuskan warga yang mau aktifitas di luar rumah memakai jaket tebal.
"Sudah 2 hari ini suhu udara lebih dingin dari biasanya. Sebelumnya, setiap pagi selalu mandi. Tapi dua hari ini terpaksa mandi pakai air panas. Malam juga begitu, tidur terpaksa harus pakai jaket dan selimut tebal," kata Antoni, warga Kerinci.
Prakirawan Badan Meterologi Klimatogi dan Geo Fisika (BMKG) stasiun Depati Parbo Kerinci, Mardiansyah, mengatakan saat ini suhu minimum di Kerinci dan Sungai Penuh sekitar 13 derajat celsius. "Cuaca pada jam 07.00 WIB parameternya tercatat pada suhu udara 13 derajat celcius," katanya.
Sementara arah angin dan kecepatan angin dikategorikan tenang. "Jarak pandang 8 kilometer, sementara tekanan udara: QFF 925.0 QNH 1016.0," ucapnya.
Hal senada dikatakan Ulfa, Prakirawan BMKG Kerinci. Dalam keterangannya menyampaikan bahwa suhu dingin ini akan terus berlanjut hingga tiga hari kedepan. "Artinya beberapa hari ke depan, Kerinci dan kota Sungai Penuh masih dicekam suhu dingin tak seperti biasanya," katanya.
Berdasarkan prakiraan cuaca diwilayah Kerinci dan Sungai Penuh dari BMKG, pada Senin (16/9) suhu berkisar 13 - 30 derajat Celsius. Selasa (17/9) suhu diperkirakan berkisar 15 - 29 derajat celsius, dan Rabu (18/9) suhu diperkirakan berkisar 15 - 30 derajat celsius.
Terpisah, Pakar Geologi Universitas Gadjah Mada yang juga putra Kerinci, Akmaluddin Thaib, mengatakan Fenomena suhu dingin yang terjadi bukan saja hanya di Kerinci saja. Tapi juga terjadi di beberapa wilayah dataran tinggi lainnya di Indonesia. Menurut dia, ini adalah gejala normal.
Dia menyebutkan, ada dua penyebab kenapa suhu di Kerinci dan daerah lain di Indonesia saat ini dingin sekali. Pertama katanya, puncak musim panas di Indonesia menyebabkan tidak adanya awan di atmosfer, sehingga menyebabkan radiasi panas akan langsung dipantulkan ke atas. Tidak tertahan dulu di awan.
"Fungsi awan ini adalah sebagai penyimpan panas. Makanya kalau musim hujan kita akan mengalami sumuk atau panas di malam hari. Begitu juga sebaliknya. Saat musim kemarau, akan terasa dingin," jelasnya.
Yang kedua, kata dia, angin saat ini berhembus dari Timur (dari Australian) menuju Barat melalui Indonesia. Angin dari Australia ini membawa suhu yang dingin dan kering. "Untuk gejala dingin ekstrim ini akan terasa sekali di daerah dataran tinggi atau pegunungan, seperti Kerinci,"pungkasnya. (sau)