Alphard Hilang di RSUD Raden Mattaher Ditemukan, Polisi Akan Ungkap Sindikat Mafia Mobil

Jumat, 22 November 2019 - 07:39:48 WIB - Dibaca: 2168 kali

()

JAMBI – Sejak di nyatakan hilang di parkiran RSUD Raden Mattaher Jambi pada Sabtu (16/11/2019) lalu Mobil mewah jenis Alpard dengan nomor polisi B 6 SJY penuh tandanya. Namun akhirnya Satuan Reserse  Kriminal Polresta Jambi mendapatkan mobil tersebut di dalam sebuah ruko yang berada di  kawasan Pal 13, Pondok Meja, Kabupaten Muaro JambiRabu (20/11/2019) sekitar pukul 17.00 wib.

Namun, polisi tidak akan berhenti pada proses menemukan saja. Melainkan juga akan mengungkap jaringan disindikat perdagangan mobil tersebut hingga ke akar rumput nya.

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol M Fajar Gemilang mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan sejumlah orang dalam kasus mobil Alphard tersebut. Bahkan ia telah mencium bau adanya sindikat perdagangan mobil dengan modus seperti ini."Kita akan periksa pihak pihak terkait termasuk menelusuri transaksi itu,"katanya, Kamis (21/11/2019) di Mapolresta Jambi.

Fajar menegaskan pihaknya masih terus mendalami kasus mobil tersebut yang memiliki dua Kepemilkkan."Pertama Nugroho (yang di Jakarta) yang barusan kita periksa dan Adli (Pemilik di Jambi) yang melaporkan kehilangan mobil itu,"katanya lagi.

Menurutnya keduanya juga memiliki bukti bukti yang kuat sebagai pemilik mobil Alphard warna hitam itu."Untuk bukti kepemilikan Nugroho memiliki BPKB, Surat dari leasing dan Kunci serep. Dan Adli juga memiliki bukti kepemilikan yakni STNK dan rekening transfer bank BCA yang ditransfer nya kepada Sukri,"ujarnya.

Pihaknya juga akan memanggil orang suruhan Nugroho untuk mengambil mobil di RSUD Raden Mattaher Jambi pada Sabtu lalu. "Kita juga akan memanggil orang suruhan Nugroho yang saat ini masih di Jakarta,”tandasnya.

Terpisah Nugroho saat ditemui usai menjalani pemeriksaan di Polresta Jambi Jambi mengatakan jika mobil tersebut miliknya secara resmi. "Itu mobil milik saya ini,"katanya

Dia menegaskan mobil tersebut direntalkan di Jakarta. Namun setelah di lakukan pemantauan dengan menggunakan GPS mobil tersebut berada di luar pulau Jawa. Seharusnya mobil tersebut tidak berada di luar Jawa."Saya sendiri kaget kenapa disini mobil itu viral dan di jual padahal itu mobil saya," katanya.

Kemudian melihat posisi mobil berada di luar Jawa (red, Jambi) ia meminta seseorang untuk melakukan pengecekan dan membawa nya kembali ke Jakarta."Tetapi setelah di ambil ternyata mobil itu jadi viral dan ternyata sudah di jual,"ucapnya.

Dia mengaku sejumlah barang bukti kepemilikan sudah di berikan kepada pihak kepolisian. Menurutnya mobil tersebut ia beli dari Showroom mobil di Jakarta. Mobil itu merupakan mobil hasil lelang yang dilakukan PT Sriwijaya Air."Iya, begitulah ceritanya,"ungkapnya

Dia mengaku berterimakasih kepada pihak kepolisian telah mengungkap kasus tersebut."Saya sangat berterimakasih dengan kasat reskrim yang telah membantu untuk kembalinya mobil saya,"ringkas nya.

Sedangkan menurut sumber jambione di Polresta Jambi menyebutkan mobil tersebut merupakan mobil Alphard tersebut merupakan mobil yang di beli korban di showroom. "Mobil itu awalnya di lelang oleh PT Sriwijaya Air, kemudian pemenang lelang menjual nya melalui Showroom dan dibeli Nugroho, makanya STNK dan BPKB atas nama Sriwijaya Air,"kata sumber itu.

Sumber itu menegaskan kemudian mobil tersebut di rentalkan ke seseorang bernama S alias Sukri. Namun diduga S kemudian menjual nya ke pada Adli dengan cara tukar tambah. "Ya tukar tambah gitu, dan masih kurang makanya alasan S belum bisa berikan BPKB sebagai jaminan biar di lunasi dulu,"ungkapnya.

Masih menurut sumber itu, tukar tambah itu dilakukan Adli dengan Sukri dengan Adli yang memiliki mobil Alphard warna putih tahun 2013 dan dihargai Sukri senilai Rp 450 juta. Sednagkan harga Alphard warna hitan tahun 2016 itu senilai Rp 750 juta. Kemudian Adli menambah uang Rp 200 juta yang di transfer nya melalui bank BCA."Sisanya belum dibayar dan BPKB alasanya ditahan baru nanti di berikan setelah lunas, namun malah bermasalah ternyata,"ungkapnya

Menurut sumber itu Suprik merupakan kawan dari Adli yang sudah lama Adli kenal. Sehingga asas kepercayaan dilakukan. "Meraka sudah kenal lama ya saling percaya aja,"tandasnya.

Untuk diketahui mobil tersebut hilang di parkiran Rumah Sakit Umum Daerah Jambi. Awalnya Adli membawa mobil ke rumah sakit untuk menjenguk temannya yang lagi sakit sekira pukul 13.45 WIB. Saat itu mereka datang dengan beramai-ramai. Kemudian, sekira pukul 14.40 WIB korban keluar dengan karcis yang dibawanya. 

Kemudian, sekira pukul 16.18 WIB mobil mewah tersebut masuk kembali ke rumah sakit umum dengan mengambil karcis yang keluar dari mesin parkir. Belum lama Alphard warna hitam dengan plat B 6 SJY raib setelah meninggalkan karcis parkir di dalam mobil tersebut (isw)

 





BERITA BERIKUTNYA