BERBEDA dengan Tim Keluarga Fachrori Umar, Bupati Merangin Al Haris menyebut hasil survei Charta Politika tersebut sesuai pesanan. "Survei itu sesuai pesanan. Siapa yang memesannya," ujar Al Haris, Jum'at (6/12).
Tidak itu saja, Bupati Merangin ini mengibaratkan survei tersebut seperti kue. Sehingga bisa disesuaikan dengan kehendak pemesannya. "Survei itu seperti kue. Kalau yang memesan kuenya ingin bumbunya seperti ini. Telurnya berapa. Itulah hasilnya," jelasnya.
Al Haris berani berbicara seperti itu, dikarenakan dirinya juga telah melakukan survei. Bahkan hasil survei yang mereka lakukan juga telah dimiliki. "Saya juga punya survei. Tapi saya bilang, tolong jangan ditambah atau dikurangi. Saya mau lihat hasilnya. Dan sudah ada hasilnya. Namun hasilnya tidak untuk di publikasikan," kata Al Haris.
Hasil survei internal itulah kemudian yang digunakan mereka untuk melakukan pemetaan. Tim pemenangannya bekerja berdasarkan hasil tersebut. "Itu hanya untuk tim saya bekerja. Daerah mana yang saya tidak dikenal orang. Daerah mana yang bagus. Di daerah ini tim sudah bekerja full. Daerah sudah agak bagus. Daerah ini masih harus kerja keras," katanya.
Bupati Merangin dua periode ini juga mengatakan bahwa ada macam-macam survei. Dan hasil survei yang dipublikasikan kemarin itu merupakan hasil survei yang bertujuan untuk mempengaruhi opini publik. "Kalau kemarin itu survei untuk membentuk opini publik. Maka dengan itulah saya berkeyakinan melantik tim Gema hari ini (Jum'at)," tandasnya.
Al Haris menambahkan bila ia tidak direspons oleh masyarakat untuk apa dirinya maju karena masih menjabat Bupati hingga 4 tahun ke depan. "Buat apa kita serius buang-buang energi tanpa hasil survei dan kegiatan yang pasti dari masyarakat," ucapnya.(fey)