CE dan Haris Lantik Tim Pemenangan di Bungo, Tim FU Klaim Punya Basis Militan

Basis Fachrori Digembosi

Senin, 27 Januari 2020 - 07:29:06 WIB - Dibaca: 2144 kali

(Khusnizar/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Basis bakal calon gubernur (Balongub) petahana Fachrori Umar di Kabupaten Bungo terus digembosi sang rival Cek Endra dan Al Haris. Bupati Sarolangun dan Bupati Merangin ini gencar melantik tim pemenangan di kabupaten yang memiliki sekitar 239.772 mata pilih tersebut.

Sementara, Fachrori Umar sendiri yang merupakan putra Bungo belum melantik tim pemenangan sebagai mesin untuk mendulang suara menuju Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 23 September mendatang. Jika terlena, Fachrori bisa bahaya karena pemilihnya digembosi dua lawan beratnya.

Cek Endra misalnya. Setidaknya ada 850 orang yang dilantik sebagai Tim Pemenangan CE Family dan Srikandi, Minggu (26/1) kemarin. Pengukuhan Tim Pemenangan CE Family dan Srikandi Wilayah Bungo ini dilakukan langsung oleh CE. Kegiatan berlangsung di kediaman H.Bambang Hermanto, di Sungai Binjai Kecamatan Bhatin III.

H. Bambang Hermanto, mengatakan sebanyak 850 Tim CE Family dan Srikandi dikukuhkan secara langsung oleh CE. Bambang berharap pasca pengukuhan, tim benar benar bekerja semaksimal mungkin memenangkan CE di kabupaten Bungo. "Alhamdulillah hari ini balongub kita sudah mengukuhkan 850 orang Tim pemenangan CE Family dan Tim Srikandi. Mereka tersebar di 17 kecamatan di kabupaten Bungo. Terdiri dari 141 Desa dan 12 Kelurahan,” ungkapnya.

Dia berharap, setelah dikukuhkan, Tim memang benar-benar bekerja penuh semangat dan tetap solid untuk memperjuangkan CE agar bisa menjadi Gubernur Jambi mendatang.

Selanjutnya, didampingi tokoh ulama dan masyarakat Bungo, kunjungan CE di Bungo juga disambut sangat antusias oleh Tim Pemenangan. “Ini merupakan semangat baru bagi saya dalam menyatukan visi misi. Semangat kemenangan untuk pemilihan gubernur Provinsi Jambi September 2020 mendatang,” kata CE.

Di hadapan ratusan Tim Pemenanganya,  CE dengan tegas mengatakan dirinya siap mengemban amanah jika nanti terpilih menjadi gubernur Jambi. CE juga berharap kepada seluruh masyarakat Bungo mohon izin dan doa agar bisa menjalani tahapan demi tahapan dalam pemilihan gubernur Jambi nanti.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Mantan Bupati Bungo Sudirman Zaini, Kadirun, ketua tim Pemenang wilayah Kota Jambi Kemas Arsyad, Tokoh Masyarakat, ratusan relawan serta simpatisan CErdas kabupaten Bungo.

Sehari sebelumnya, Sabtu (25/1), Balongub Al Haris lebih dulu melantik ratusan tim sukses  yang tergabung dalam tim koordinator kabupaten, koordinator kecamatan dan koordinator desa wilayah Bungo –Tebo, serta Gerakan Millenial Al-Haris atau yang buming dikenal dengan GEMA. Pelantikan digelar di Aula Ballroom Hotel Plazza Bungo.

Pengukuhan tim pememenagan ini merupakan komitmen Wo Haris-- sapaan Al Haris-- yang juga Bupati Merangin dua periode ini untuk maju sebagai calon gubernur Jambi.
Debi, Ketua GEMA Kabupaten Bungo mengatakan mereka sangat senang sekali dengan perhatian dan sikap Wo Haris yang low profile terhadap anak muda di Provinsi Jambi. Khususnya millenial Bungo. "GEMA Bungo akan bergerak, berjuang habis - habisan untuk memenangkan Wo Haris di Kabupaten Bungo," katanya.

Terpisah, Andi Khatulistiwa, punggawa GEMA Provinsi Jambi juga menyampaikan bahwa GEMA merupakan garda terdepan memenangkan Wo Haris untuk gubernur Jambi. "GEMA akan menjadi pelopor sekaligus garda terdepan dalam memenangkan Wo Haris untuk Gubernur Jambi periode 2021-2024. Tunggu kejutan selanjutnya dari GEMA di setiap kabupaten/kota di Provinsi Jambi," tandasnya.

Ketua Media Center Al Haris, Hasan Mabruri mengatakan tim pemenangan Wo Haris sudah hampir semua dilantik. “Tinggal lagi Kabupaten Sarolangun dan Merangin,” kata pria yang biasa dipanggil Bohok ini di acara pelantikan tim pemenangan Al Haris.

Lalu bagaimana tanggapan Fachrori, apakah tidak merasa digembosi? Tim Keluarga Fachrori Umar (FU) Miftahul Ikhlas, menilai pelantikan tim itu merupakan hal yang lumrah jelang perhelatan Pilgub 23 September mendatang. " Kita tidak khawatir dengan pelantikan tim kandidat bakal calon lain di Kabupaten Bungo. Kami kira itu sah - sah saja dalam perhelatan Pilgub," katanya, Minggu (26/01).

Pria yang biasa dipanggil Paul ini mengatakan Fachrori Umar mempunyai basis masa yang militan di Kabupaten Bungo. Makanya pihaknya tidak mengkhawatirkan pelantikan tim dua kandidat tersebut. "Kita mempunyai basis militan di Bungo. Itu terbukti di dua Pilgub sebelumnya kita meraih hasil yang memuaskan di sana (Bungo, red)," ujarnya.

Menurut Paul, dalam waktu dekat pihaknya juga akan melakukan pelantikan Tim Pemenangan Fachrori Umar untuk Kabupaten/kota se-Provinsi Jambi. "Insya Allah dalam waktu dekat kita akan melakuakan pelantikan tim di 11 kabupaten/kota untuk memenangkan Pak Fachrori Umar kembali menjadi gubernur Jambi," jelasnya.

Tidak lupa, Paul juga menanggapi terkait belakangan ini adanya baliho kandidat calon gubernur Jambi yang dirusak oleh orang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, pengrusakan baliho ini sangat tidak mencerminkan politik yang baik, karena tidak menghargai kerja keras para tim yang bekerja. Maka dari itu ia menghimbau kepada seluruh Tim FU untuk mengedepankan politik santun.

"Mari kita bersama - sama menciptakan Pilgub yang aman, damai dan demokratis. Dan kepada seluruh Tim FU mari kita kedepankan politik santun," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Sigma Indonesia Survey & Consultant, Darmawansyah mengatakan, untuk maju Pilkada serentak 2020 para bakal calon kepala daerah palimng tidak harus punya lima modal. Pertama, kata dia, kandidat harus mempunyai citra persepsi. Yaitu faktor yang menentukan seseorang untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.

Dia mencontohkan seseorang yang mempunyai citra persepsi harus punya modal popularitas di tingkat masyarakat. ”Misalnya dia dicitrakan sebagai orang yang baik, dermawan dan jujur,” jelas pria yang biasa dipanggil Wawan ini.

Kemudian, adanya hubungan kekeluargaan dengan seseorang tokoh bisa turut mendongkrak. ”Dia anak siapa atau kerabat siapa, itu bisa menjadi faktor pendongkrak,” katanya.

Modal kedua, lanjut Wawan adalah kedekatan dengan tokoh masyarakat. Ini lebih mengerucut dari hal yang pertama tadi. Seorang calon harus dekat dengan tokoh yang punya basis massa. Misalnya ketua RT atau kepala desa. Dengan demikian tokoh ini akan bergerak untuk membangun basis. ”Harus kuasai koordinator basis itu bisa perangkat RT atau kepala desa, jelas basisnya,” katanya.

Modal ketiga adalah bisa memanfaatkan mesin partai politik. Jelas saja ini sangat mendukung, karena harapannya mesin bergerak untuk memenangkan calonnya. ”Meski ada pesimisme pergerakan mesin partai, namun ini penting untuk kesolidan partai," jelasnya.

Modal keempat yaitu pengaruh tim. Bakal calon kepala daerah yang maju harus punya tim yang solid. Dapat digerakkan kapan saja dan di mana saja. Sehingga bisa menjadi faktor kemenangan.

Kemudian, modal ke lima dan ini agaknya cukup mempengaruhi yakni uang segar. Maksudnya uang ini akan menjadi faktor untuk menentukan arah dukungan seseorang.Uang yang diberikan harus segar alias cash. Bukan berupa benda atau lainnya karena uang segar lebih bermanfaat dan mempengaruhi.

”Money politic memang tidak boleh. Harapan kita ini diberantas. Tapi beberapa masyarakat masih bisa dipengaruhi uang, itu hasil penelitian bisa mempengaruhi hingga 20-30 persen,” jelas Wawan.
‘’Jika orang tidak mau melakukan money politic maka mereka harus bisa mengamankan suara dengan mencegah kandidat lawan melakukan money politic,’’ pungknya.(fey)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA