Jambione.com, SAROLANGUN- Puluhan perusahaan yang ada di kabupaten Sarolangun ternyata banyak tidak melaporkan hasil uji coba sampel limbahnya kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sarolangun.
Hal ini dikatakan langsung oleh Kepala UPTD Labor DLH kabupaten Sarolangun, Wildan Ahmad Rauf. Menurutnya, ada sekitar 32 perusahaan yang bergerak di bidang tambang, perkebunan, hingga pabrik karet. Dari jumlah tersebut hanya ada sekitar sembilan perusahaan yang melalukan uji sampel limbah tersebut.
"Seharusnya uji sampel limbah produktif itu harus rutin dilakukan oleh perusahaan, tapi sekarang ini paling sekitar sembilan perusahaan yang rutin," ujar Wildan, Selasa (28/1) kemarin.
Dikatakannya lagi, dengan dilakukannya uji sampel limbah tersebut, pihaknya akan mengetahui apakah limbah yang dikeluarkan berbahaya atau tidak.
”Setiap uji labor itu secara tidak langsung mereka sudah taat akan administrasi dan aturan, jika memang uji PHnya ada masalah maka akan Thritmen atau perlakuan ulang sampai sesuai dengan baku mutu,” katanya lagi.
Sementara, Kepala DLH kabupaten Sarolangun, Deshendri saat ditanya mengenai permasalahan tersebut membenarkan bahwa banyak perusahaan yang ada di kabupaten Sarolangun terkesan kurang mau melakukan uji sampel.
”Padahal itu adalah keharusan setiap perusahaan, perusahaan itu wajib melakukan uji sampel, mulai dari setiap bulan, tri wulan sampai tahunan," ujar Deshendri, Selasa (28/1) kemarin.
Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang melakukan uji sampel di labor provinsi atau tempat lain.
”Silakan saja, boleh di Jambi atau tempat lain, namun laporan hasilnya tetap harus disampaikan ke kita, lagian labor kita sudah terakreditasi jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengujian,” ujarnya tegas.
Dengan kondisi tersebut, Ia menghimbau agar perusahaan koperatif dalam melakukan uji sampel limbah dan melaporkan apabila melakukan uji sampel di tempat lain.
”Harapannya, tentu perusahaan yang beroperasi di Sarolangun untuk koperatif dalam uji sampel limbahnya, jangan kalau sudah timbul masalah baru sibuk sendiri,” pungkasnya. (wel)