JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Adanya hacker di medsos sangat menganggu dan meresahkan masyarakat. Ada hacker yang sengaja mengambil alih akun seseorang dengan tujuan untuk mencari uang dan ada juga yang sengaja memanfaatkan data - data untuk kepentingan lain.
Salah satu korban hacker, Ketua Devisi Busana Muslim Kota Jambi, Arriskianti Maulida atau yang dikenal dengan panggilan Kiki Bakri mengaku masih trauma dengan kejadian yang menimpanya.
Awal kejadian saat minggu 14 Juni 2020, dirinya mendapatkan pesan di instagram pribadinya dari salah satu rekan yang akun IG nya telah dihack oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
" Jadi awalnya itu ,saya mendapat pesan melalui ig saya ,dimana temen saya itu yang akunnya telah dihack juga meminta saya untuk membuka aplikasi dengan menglike program tersebut dengan alasan jika mengklik pada aplikasi tersebut anaknya akan menang dan uangnya akan digunakan untuk biaya operasi" terang Kiki.
Tidak memikir panjang lagi Kiki langsung mengklik link yang dikirimkan itu dan masuk ke akun IG pribadinya. Namun sayangnya sudah beberapa kali mencoba untuk masuk dengan pasword yang dianggap kiki adalah benar namun tidak juga terbuka.
" Saat saya buka link tersebut ya saya gak mikir panjang si, saya klik dan beberapa kali meminta paswoard namun salah dan akhirnya tiba - tiba IG saya keluar dan tidak bisa masuk kembali" ungkapnya.
Pelaku berhasil menghack IG kiki dan menghubungi beberapa rekannya serta meminta sejumlah uang dengan modus kecelakaan sampai dengan kepepet uang.
" Semua relasi saya di hubungin kontak - kontaknya dan diminta sejumlah uang, pokoknya kalau ditotal - total hampir 11 jutaan uang yang diambil pelaku" jelasnya.
Atas kejadian tersebut, pada Minggu 14 Juni 2020 sore, warga Eka Jaya Kota Jambi ini langsung melaporkan kejadian yang merugikan dirinya ini ke Polda Jambi. Kiki juga sempat meminta kepada salah satu IT yang memang dicarinya sendiri untuk bisa menyelamatkan email - email penting seperti perusahaan suaminya .
" Karena kejadian itu saya panik dan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polda Jambi dan saya langsung mencari IT untuk mengambil kembali akun IG Kiki Bakri saya" jelas ibu muda berusia 32 tahun ini.
Atas kejadian ini, Kiki Bakri menghimbau agar masyarakat pengguna medsos khususnya ibu - ibu, jangan mau dan mudah untuk mengklik link yang belum tentu benar. Jika tidak teliti link tersebut bisa saja langsung mengunci sistem akun anda.
" Ini merupakan komplotan, jaringan ini yang saya ketahui dari penyidik, nomor telphone buku tabungan semuanya berasal dari palembang, dan jumlah mereka bukan satu orang, yang jelas untuk masyarakat hati - hati dan bijak dalam bermedsos," pungkas ibu 3 anak ini. (wian)