JAMBIPRIMA.COM, TEBO - Menindak lanjuti Hasil hearing dengan Komisi III DPRD Tebo sebelumnya, dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Tebo bakal gali potensi untuk pendapatan asli daerah (PAD).
Hal ini dikatakan oleh pelaksana tugas (Plt) Kadis LH-Hub Kabupaten Tebo, Eriyanto, bahwa kita akan minta support dari legislatif untuk memanfaatkan laboratorium yang ada untuk dijadikan sumber PAD potensial.
Eriyanto menyebut, setelah hitung-hitung secara estimasi kalau lab sudah aktif pemerintah daerah (Pemda) Tebo akan menghasilkan PAD kurang lebih Rp 2,5 milyar dari perusahaan yang ada, itu hitungan kasarnya, belum lagi merambah ke Puskemas nantinya," katanya kemarin.
Berkaitan dengan pengawasan tentu harus sesuai undang-undang setiap berkala di lakukan uji sampel, kita wajib melakukan pengawasan per semester, apa temuan di sampaikan, itukan perlu uji sampel baik limbah air, B3, maupun domestik,"ucap Eriyanto.
Sedangkan teknis labor kita dengan kondisi saat ini harus di perbaiki dan tidak semua orang bisa memperbaiki harus lembaga yang punya lisensi setelah alat-alatnya diperbaiki akan di kalibrasi.
Ditegaskan Eriyanto, kalibrasi itu kunci semua kegiatan produk yang akan di keluarkan betul-betul di legalkan oleh negara sesuai dengan ketentuan dan selanjutnya akan masuk dalam sertifikasi, itu adalah teknis untuk mengaktifkan labor kita.
Selain itu personelnya walaupun minim tapi ada dan kita juga sudah lakukan pengambilan sampel-sampel usaha kecil yang ada di Tebo.
Labor kita selama ini lanjut Eriyanto, tidak pernah di kalibrasi dan kalibrasi itu wajib agar uji sampel yang di hasilkan atau di keluarkan betul-betul legal tidak menyalahi ketentuan dan setelah di anggap oleh tim kalibrasi independen oke diajukan ke verifikasi, itu syaratnya.
PAD Rp 2,5 milyar itu hitungan kita dari perusahaan yang ada di Tebo dan usaha yang menghasilkan dampak lingkungan itu di estimasi, jadi dapat 2,5 persen, mungkin kalau digali semua potensi itu bisa lebih,"ucap Eriyanto.
Selama ini kata Eriyanto, uji sampel kita kirim keluar dengan biaya yang cukup lumayan bisa sampai 2-3 juta rupiah, kalau masuk ke kita kan lumayan belum lagi temuan-temuan apabila kita sudah terverifikasi. (ARD)
Mahasiswi FH UNJA Raih Penghargaan Internasional, Borong Prestasi di Malaysia-Singapura
Kontingen Jambi Siap Tampil di PESPARAWI Nasional 2026, Targetkan Prestasi Terbaik di Manokwari
Fahmi : Inspektorat Jangan Intimidasi Kepsek yang Bongkar Dugaan Penyimpangan
Budi Yanzen Bongkar Dugaan Setoran Rp15 Juta dan Tawaran SK Kepala Sekolah
Viral Video Gaji ke-13 ASN Kota Jambi, Pegawai Disdukcapil Diperiksa Tim Kode Etik
Hari Terakhir PMBM, MTsN 1 Tebo Rampungkan Seleksi Calon Siswa Baru