Banjir Merangin Buka Persoalan Lama, Al Haris Soroti Kerusakan Lingkungan

Minggu, 03 Mei 2026 - 10:23:31 WIB - Dibaca: 106 kali

Gubernur Jambi Al Haris duduk bersama warga saat meninjau lokasi banjir di Desa Pulau Bayur, Merangin, Sabtu malam (2/5/2026), sembari mendengarkan langsung keluhan masyarakat terdampak.
Gubernur Jambi Al Haris duduk bersama warga saat meninjau lokasi banjir di Desa Pulau Bayur, Merangin, Sabtu malam (2/5/2026), sembari mendengarkan langsung keluhan masyarakat terdampak. (Diskominfo Provinsi Jambi)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi yang melanda wilayah Kabupaten Merangin dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jambi, Al Haris.

Sabtu malam (2/5/2026), Gubernur turun ke Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Dalam kunjungan itu, Gubernur juga menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat guna mendengar langsung kebutuhan di lapangan.

Banjir yang turut melanda Desa Selango tersebut dipicu hujan lebat yang berlangsung hampir dua hari sejak 26 April 2026. Dampaknya cukup serius, mulai dari rumah warga yang hanyut hingga putusnya jembatan gantung utama yang menjadi akses vital masyarakat.

Berdasarkan laporan pemerintah daerah, sebanyak 82 kepala keluarga terdampak di Desa Pulau Bayur, dengan tiga unit rumah hanyut terbawa arus. Sementara itu, putusnya jembatan gantung membuat mobilitas warga, terutama pelajar, menjadi terganggu.

Gubernur Al Haris menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang terjadi. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tabah menghadapi cobaan tersebut.

“Musibah seperti ini diatur oleh Allah. Mari kita tetap sabar, berserah diri kepada-Nya, dan jadikan ini momentum introspeksi. Ini bisa jadi ujian atau peringatan. Yang penting, bersyukur, sabar, dan jaga alam bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menegaskan pentingnya langkah cepat dari pemerintah daerah dalam menetapkan status tanggap darurat bencana.

“Saya minta Pemerintah Kabupaten Merangin segera tetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan itu, bantuan provinsi dan pusat bisa cepat digelontorkan. Kita bagi tugas: mana yang kabupaten, mana provinsi. Kalau perlu, libatkan pusat,” tegas Gubernur Al Haris.

Selain faktor cuaca, Gubernur turut menyoroti peran aktivitas manusia dalam memperparah dampak banjir yang terjadi.

“Selain alam, ada dampak aktivitas manusia seperti kerusakan sungai dan penebangan hutan. Ini perhatian kita bersama,” tambahnya.

Sebagai solusi sementara atas putusnya jembatan gantung, Gubernur memastikan pemerintah akan menyediakan sarana transportasi alternatif bagi warga.

“Anak-anak harus tetap belajar. Sementara jembatan belum dibangun, perahu gratis akan kami sediakan,” katanya.

Lebih lanjut, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten berkomitmen untuk membangun kembali infrastruktur yang rusak dengan kualitas lebih baik.

“Setelah ini, fokus perbaiki fasilitas umum dan rumah rusak agar masyarakat kembali normal, aman, dan nyaman,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin, Khafid, menyampaikan bahwa banjir terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari berturut-turut.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pendataan serta penanganan terhadap warga terdampak, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA