Motif Batik Bungo Bersinar di Jakarta, Lissa Batik Jadi Magnet Pengunjung Persit Bisa Vol. II

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:14:41 WIB - Dibaca: 112 kali

Tim Lissa Batik berpose di stan pameran Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta, sambil menampilkan ragam batik khas Kabupaten Bungo yang menjadi daya tarik pengunjung.
Tim Lissa Batik berpose di stan pameran Persit Bisa Vol. II di Balai Kartini, Jakarta, sambil menampilkan ragam batik khas Kabupaten Bungo yang menjadi daya tarik pengunjung. (Subahan)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Pesona batik khas Kabupaten Bungo berhasil mencuri perhatian dalam gelaran Persit Bisa Vol. II yang berlangsung di Balai Kartini, Jakarta. Melalui karya-karya unggulannya, Lissa Batik tampil memikat dengan menghadirkan ragam motif bernuansa tradisi yang dipadukan sentuhan modern.

Stan Lissa Batik sejak awal pembukaan kegiatan terlihat dipadati pengunjung. Banyak tamu dan pecinta batik tertarik melihat langsung corak khas Bungo yang dinilai memiliki identitas kuat dan berbeda dari batik daerah lainnya.

Beberapa motif andalan seperti Bungo Dani, Putrimalu, Pakis, hingga Rumah Adat menjadi pusat perhatian pengunjung. Selain menghadirkan nilai estetika, motif-motif tersebut juga menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat serta kekayaan budaya dan alam Kabupaten Bungo.

Keikutsertaan Lissa Batik di ajang nasional itu dinilai menjadi momentum penting untuk memperluas pengenalan batik khas Bungo ke masyarakat Indonesia. Kehadiran produk budaya daerah dalam pameran tersebut sekaligus menunjukkan potensi besar sektor ekonomi kreatif yang tumbuh di lingkungan Persit.

Penampilan Lissa Batik dalam Persit Bisa Vol. II juga mendapat dukungan penuh dari Dandim 0416/Bute Letkol Inf Yudi Susilo Yudhanto, S.E., M.P.A bersama Ketua Persit KCK Cabang XXIV Dim 0416 Ny. Nabila Yudi Susilo. Dukungan itu menjadi dorongan bagi pelaku usaha batik lokal untuk terus berinovasi dan memperluas pasar.

Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas anggota Persit tidak hanya melahirkan karya budaya bernilai seni tinggi, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi yang menjanjikan bagi pengembangan UMKM daerah. (San)





BERITA BERIKUTNYA