Setelah 37 Tahun Tanpa Listrik, 86 KK di Rantau Palimbang Segera Terang

Kamis, 03 September 2026 - 10:59:29 WIB - Dibaca: 61 kali

Truk pengangkut tiang listrik tiba di Dusun Rantau Palimbang, Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, untuk mendukung pembangunan jaringan listrik bagi warga. Foto: Saudi
Truk pengangkut tiang listrik tiba di Dusun Rantau Palimbang, Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, untuk mendukung pembangunan jaringan listrik bagi warga. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Sebanyak 86 Kepala Keluarga (KK) di RT 08 Dusun Rantau Palimbang, Desa Rantau Limau Manis, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin, segera menikmati aliran listrik setelah selama 37 tahun hidup tanpa jaringan listrik.

Realisasi pembangunan jaringan listrik mulai terlihat dengan tibanya tiga mobil truk pengangkut tiang listrik dari Palembang di wilayah tersebut pada Rabu malam (2/9/2026). Dua mobil truk lainnya dijadwalkan menyusul membawa tiang listrik.

Jaringan listrik yang akan dibangun memiliki panjang sekitar tiga kilometer dengan 45 tiang. Aliran listrik tersebut akan diambil dari gardu yang berada di RT 09 Dusun Rantau Palimbang.

Kepala Desa Rantau Limau Manis, Aswani, mengatakan masuknya listrik menjadi kabar gembira bagi masyarakat yang selama puluhan tahun menunggu penerangan listrik.

Selain menerangi rumah warga, jaringan listrik tersebut juga akan menyuplai sejumlah fasilitas umum dan pendidikan, di antaranya SD Negeri 313, satu unit PAUD, madrasah, mushola, Rumah Singgah Hutan Adat Kuto Hayo serta pendopo di pemakaman umum.

“Terima kasih sekali kepada pihak PLN ULP Bangko, PLN UIW S2JB UP3 Muara Bungo, Camat Tabir Ilir, BPD dan seluruh pihak serta masyarakat yang telah berpartisipasi memperjuangkan semua ini,” ujar Aswani.

Menurutnya, RT 08 Dusun Rantau Palimbang berbatasan langsung dengan Desa Sumber Mulyo di Unit 5 eks transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo. Jarak dari wilayah tersebut menuju perbatasan Kabupaten Bungo sekitar enam kilometer.

Selama belum mendapatkan aliran listrik, aktivitas warga pada malam hari berlangsung dengan penerangan terbatas. Kondisi itu juga dirasakan anak-anak yang harus belajar dan mengaji pada malam hari.

Dengan masuknya jaringan listrik, warga berharap aktivitas pendidikan, kegiatan keagamaan dan kehidupan masyarakat sehari-hari dapat berjalan lebih baik. Warga juga nantinya dapat mengakses informasi melalui perangkat elektronik.

Kepala Dusun Rantau Palimbang, Haris, menyambut kedatangan jaringan listrik tersebut dengan penuh haru. Ia bahkan melakukan sujud syukur setelah mengetahui penantian panjang masyarakat akan segera berakhir.

Rasa haru juga dirasakan Ketua RT 08 Madi dan anggota BPD Rantau Limau Manis, Sahrul. Keduanya meneteskan air mata saat menyambut kabar masuknya listrik ke wilayah tersebut.

Salah seorang warga RT 08, Basra, juga mengaku sangat bersyukur dengan segera masuknya aliran listrik ke wilayah mereka. Menurutnya, kehadiran listrik akan membawa perubahan besar bagi kehidupan warga, terutama bagi anak-anak yang selama ini belajar pada malam hari dengan penerangan seadanya.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Sudah 37 tahun kami menunggu listrik masuk ke sini. Mudah-mudahan dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar dan mengaji dengan lebih nyaman, dan kehidupan masyarakat juga semakin baik,” ujarnya. (Sab)





BERITA BERIKUTNYA