Berantakan?, Prabowo tersandera PKS, PAN dan Demokrat,

Jumat, 20 Juli 2018 - 09:16:35 WIB - Dibaca: 2397 kali

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (ist/Jambione.com)

Jambi - Peneliti LIPI bidang politik dan pemerintahan Indonesia Profesor Lili Romli memandang ketum Gerindra Prabowo Subianto tersandera dengan PKS, PAN dan Demokrat. Sebab, ketiga partai tersebut ngotot menyodorkan kadernya untuk menjadi pendamping Prabowo di Pilpres 2019.

"Iya jelas (tersandera). Kan mereka sudah saya bilang pasti ini masing masing juga pengen mengusung kadernya, pertimbangannya dengan coat tail effect tadi, karena kalo kandidatnya bukan saya bagaimana nanti berpengaruh ke partai partainya, itu kan pengorbanan yang besar karena kan dari survei kelihatan itu," katanya di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/7).

Menurutnya, sosok Anies Baswedan dapat dicalonkan oleh koalisi Prabowo sebagai capres untuk menemukan titik terang. Namun, hal itu sulit terjadi. Pasalnya elit parpol saat ini diselimuti dengan politik pragmatis yang hanya ingin barter keuntungan semata.

"Nah bisa jalan tengahnya seperti itu, itu kan susah juga. Persoalannya ketika jalan tengah itu, apa partai-partai itu ikhlas atau tidak sehingga kemudian ada kompensasinya, itu disebutnya pragmatis. Di kalangan koalisi pak Jokowi kan juga pragmatis, siapa mendapat apa, kan udah tahu itu," ujar Romli.

Munculnya politik pragmatis ini juga disebabkan dengan ambang batas pencalonan Presiden 20% yang membuat koalisi Prabowo mengkalkulasi keuntungan politik. Mestinya, kata Romli, syarat 20% itu dihapus, supaya seluruh parpol bisa bebas dari politik pragmatis dan mudah mencalonkan kadernya.

"Susah juga (Prabowo), makanya saya bilang 20% threshold dihilangkan, supaya enggak pragmatis, supaya mereka ada kandidat dan tidak hitung-hitungan politik lagi. Kalau itu pasti hitung-hitungan lah, kan kalian tahu dalam politik itu enggak ada makan siang yang gratis," tandas Romli.(***)

Sumber: merdeka


Tags:


BERITA BERIKUTNYA