Diprediksi Muncul Dua Blok Besar di Pilgub, PDIP- PAN Bisa Jadi Penentu

Senin, 02 September 2019 - 07:33:56 WIB - Dibaca: 3923 kali

(Kusnizar/Jambione.com)

JAMBI - Dinamika politik jelang pesta demokrasi pemilihan gubernur (Pilgub) Jambi 2020 mendatang kian menarik disimak. Meski sebagian besar kandidat banyak yang Colling Down, namun diam-diam sejumlah kepala daerah mulai membangun kekuatan untuk berkompetisi di ajang bergensi lima tahunan ini. 

Hal ini sudah terbaca sebelumnya, saat berlangsungnya acara halal bihalal Forum Jambi Barat yang dihadiri oleh Fachrori Umar dan Asafri Jaya Bakri (AJB) di Kota Jambi beberapa waktu lalu. Disaat bersamaan juga berlangsung acara di Kabupaten Bungo, dimana sejumlah kepala daerah hadir, dan tak menampik jika acara tersebut juga membahas politik jelang perebutan BH 1 mendatang. 
            Dengan dua momen tersebut, banyak yang memprediksi bakal muncul dua blok koalisi besar di Pilgub Jambi 2020 mendatang. 
            Pengamat politik Jambi, Dony Yusra Pebrianto mengatakan, dinamika Pilgub Jambi yang tahapannya semakin dekat tentu akan semakin menarik jika analisa arah koalisi parpol dalam Pilgub mendatang. Ia mengatakan, konstelasi politik di tingkat nasional, khususnya dinamika parpol di tingkat pusat, tentu semakin menguatkan peluang koalisi yang dinamis. "Dalam artian koalisi pendukung capres tidak akan berpengaruh dengan koalisi pada Pilgub Jambi 2020," katanya. 
            Disamping itu kata dia, terkait perolehan kursi Parpol di level provinsi juga membuat arah dukungan parpol akan semakin terbuka berpeluang kemana saja, mengingat tidak ada parpol yang bisa mengusung tunggal calon pada Pilgub kali ini. "Selain itu para Ketua Parpol tingkat Provinsi juga belum ada yang menyatakan ketegasan maju pada Pilgub, tentu membuka peluang pengurus lain, termasuk para kepala daerah dan wakil kepala daerah yang notabene pengurus parpol untuk maju," sebutnya. 
            Menurut  hitung-hitungannya, ada kemungkinan tiga pasang calon di Pilgub Jambi kali ini. Kecil kemungkinan lebih dari tiga. "Tapi peluang head to head juga lebih besar, mengingat parpol kali ini tentu akan berhitung peluang realistis. Sehingga dengan potensi head to head tersebut tentu akan membentuk koalisi dalam jumlah besar yang berkemungkinan akan berhadapan dengan koalisi 2 atau 3 Parpol,’’ulasnya. 
            Menurutnya lagi, membaca peluang calon alternatif akan muncul jika akan ada dua nama yang berpeluang dalam satu internal parpol yang akan didukung Koalisi parpol poros ketiga. Tarik menarik ini akan menarik mengingat tentu nama-nama itu merupakan nama-nama kuat.
            "Namun yang lebih menarik, posisi PDIP sebagai parpol pemiliki kursi terbanyak di Provinsi kali ini apakah akan mengusung salah satu kepala daerah, atau justru Edi Purwanto akan muncul di last minute mengingat tangan dingin Edi Purwanto mampu membawa PDI Perjuangan menancapkan kekuatannya di Jambi. Kita tunggu saja," jelasnya. 
            Terkait pertemuan beberapa kepala daerah belum lama ini, menurut Dony, menjadi isyarat langkah politik mereka, khususnya untuk Pilgub Jambi. Dengan posisi sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah tentu mereka memiliki tawaran politik jelas sehubungan dengan basis suara yang mereka miliki. 

            "Parpol tentu perlu melirik keakraban ini. Sebut saja nama Romi yang tidak bisa dipungkiri kekuatannya di Tanjabtim. Begitu pula Haris di Merangin, Mashuri, ataupun Bupati Kerinci Adirozal," sebutnya. 
            "Yang menarik adalah sebagian besar dari mereka didukung PAN ketika maju sebagai Bupati maupun wakil Bupati. Hal ini menarik mengingat PAN belum memunculkan nama untuk Pilgub ini. Tapi yang jelas PAN punya tradisi kuat secara politik di Jambi. Bisa jadi muncul salah satu dari mereka atau bisa juga mereka adalah creator kekuatan PAN diseantero Provinsi Jambi," pungkasnya.(fey) 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA